• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Adv

    Pemrov Jateng Buka Akses Pekerjaan di Luar Negeri

    Sabtu, 24 Oktober 2020, 5:38:00 AM WIB Last Updated 2020-10-23T22:39:04Z

    Ketiga narasumber saat hadir dalam dialaog interaktif prime topic, di Hotel Normans Semarang, Jumat (23/10)


    SEMARANG, Harian7.com - DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong adanya akses pekerjaan dari luar negeri untuk mencari solusi menekan meningkatnya jumlah pengangguran yang ada kushusnya di Jawa Tengah.


    Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah Sakina mengatakan adanya kesadaran untuk mengikuti prosedur yang sudah diatur. Data Disnakertrans menyebutkan hampir 80% tenaga kerja yang ada diluar negeri tidak mengikuti prosedur yang ada.


    "Harus Prosedural, ini untuk menjamin keamanan dan perlindungan warga negara yang bekerja diluar negeri. Kalau tidak pasti akan ada masalah. Hampir sebagian besar kasus permasalahan yang ada saat ini karena tidak prosedural saat berangkat," ujarnya, dalam dialog Prime Topic yang mengangkat tema Manakar Peluang Berkeja Di Mancanegara di Hotel Noormans Semarang, Jumat, (23/10).


    Menurutnya, jumlah tenaga kerja dari Jateng yang bekerja di luar negeri yang tercatat pada Juli 2020 mencapai 65.000 orang, sedangkan 1.900 di antaranya telah pulang akibat pandemi Covid-19. Sedangkan yang pulang sebagian besar yang bekerja di kapal pesiar meski gaji mereka tinggi.


    "Sebanyak 30% Pekerja Migran Indonesi (PMI) dan paling banyak bekerja di Taiwan hingga mencapai 20.000 orang dan Hongkong 11.000 orang, sedangkan sisanya di Singapura, Malaysia, Eropa serta Emirat Arab,"jelasnya.


    Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng Endro Dwi Cahyono menyatakan untuk membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan, Pemprov membuka akses pekerjaan di luar negeri, mengingat besarnya peluang kerja di luar negeri seperti Jepang yang membutuhkan 360.000 pekerja.


    "Peluangnya luas, seperti yang di Jepang itu juga untuk semua sektor. Dari satu sektor saja permintaan kebutuhan juga banyak jenisnya. Tinggal pemerintah bisa menjembatani masyarakat tidak, seperti kemampuan bahasa,"tuturnya 


    Menurutnya, Diskusi itu juga menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Jateng Sakina Rosellasari dan Kepala BP2MI Jateng AB Rachman.


    "Berkaitan dengan kemampuan bahasa, Endro mengingatkan salah satu kelemahan masyarakat adalah komunikasi. Tidak sedikit permasalahan yang muncul dalam kasus pekerjaan luar negeri karena minimnya kemampuan bahasa,"pungkasnya. 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini