Iklan

Adv

Selain Renyah, Rasa Peyek Kacang Bu Karti Nikmatnya Nendang di Hati

Kamis, 24 September 2020, 4:35:00 PM WIB Last Updated 2020-09-24T09:35:04Z

Bu Sukarti saat memperlihatkan peyek kacang.

 

KLATEN,harian7.com – Kecamatan Wedi Klaten tidak saja dikenal sebagai daerah penghasil kerajinan keramik atau makanan krasikan jenang ayu seperti dikenal sekarang. Namun, siapa sangka wilayah berjarak tiga kilometer arah tenggara Kota Klaten Bersinar itu juga dikenal sebagai penghasil camilan renyah yang sayang jika tak dicicipi.


Makanan itu adalah peyek Bu Sukarti. Di tangan pemilik nama lengkap Sukarti Diro Supadmi (68), makanan rakyat itu konon jadi langganan jemaah haji sebagai bekal camilan pelengkap saat beribadah ke tanah suci. Makanan olahannya juga jadi bekal warga yang pergi rekreasi, pas dinikmati bareng santap makan, atau sekadar untuk camilan dan suguhan tamu.


Tinggal di Dukuh Karang, Pandes, Wedi, Klaten, wanita itu mengaku tetap setia menekuni usaha selama 29 tahun sambil membesarkan ketiga anaknya yang telah dewasa. Sukarti bercerita, usahanya berawal dari kegemarannya memasak. Sewaktu lebaran, biasanya ia membuat peyek, dan banyak orang memuji rasanya enak dan gurih.


“Dulu awalnya saya adalah penjahit bersama almarhum suami. Tidak ada rencana usaha peyek. Tapi waktu pas lebaran iseng-iseng buat peyek terus dibawa ke pengajian. Kata orang-orang kok enak. Lalu kami putuskan meninggalkan profesi penjahit baju menjadi usaha makanan peyek sampai dikenal sekarang,” jelas Sukarti yang ditinggal suaminya wafat empat tahun silam.


Dibantu anaknya laki-lakinya yang bungsu, peyek Bu Karti kini menjadi oleh-oleh khas warga Klaten ketika mudik atau libur panjang, apalagi ketika lebaran tiba. Rasa gurih dan renyah peyek Bu Karti membuat pelanggannya ketagihan karena cita rasanya yang khas, dan nikmatnya sampai nendang di hati.


“Kini saya membuat lima jenis peyek olahan. Ada peyek kacang, kedelai, bawang, peyek teri asin, dan rasa pedas. Tapi yang paling laris adalah peyek kacang. Kalau pas lebaran permintaan tinggi sampai kewalahan,” terang Sukarti belum lama ini.


Sambil duduk di depan kios persis di teras rumahnya, Sukarti mengatakan banyak pelanggannya datang dari jauh. Bagi yang berminat membeli, bisa berkunjung ke desa Karang, Pandes, Wedi, Klaten tepatnya sebelum Kantor Kecamatan Wedi dari arah kota. Ia menambahkan, peyek olahannya tidak dijual di pasar atau kios lainnya. Pembeli bisa beli langsung datang ke rumahnya atau melalui media sosial.


Kini di tengah pandemi, peyek Bu Karti masih berproduksi. Menikmati peyek renyah nan gurih buatan Bu Karti, tidak harus merogoh kocek dalam. Dengan harga Rp12.500 per kemasan 1/4 kg, peyek Bu Karti siap menjadi teman setia ketika santap makan.(Sim/rls/DJ)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini