• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Polres Sragen Ringkus Pelaku Predator Sex Terhadap Gadis Dibawah Umur

    REDAKSI SEMARANG
    Rabu, 23 September 2020, 10:27:00 PM WIB Last Updated 2020-09-24T09:26:20Z
    Polres Sragen saat gelar perkara kasus predator anak


    SRAGEN, Harian7.com - Tersangka predator anak berkeliaran di Sragen  berhasil diringkus jajaran Reserse Kriminal Polres Sragen, Rabu (23/9/2020).


    Terkait hal tersebut, Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo dalam keterangan persnya hari ini, menyampaikan, kami berhasil menangkap tersangka tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak di bawah umur.


    "Dari pengakuannya, tersangka berinisial IN, yang mengaku sebagai Pandawa Lima di akun media sosial Facebook miliknya, berhasil mengelabui gadis di bawah umur, dan melanjutkan pertemanannya melalui media WhatsApp," jelas Kapolres


    Kapolres mengungkapkan, Singkat kata, ia kemudian beraksi menyalurkan hasrat bejadnya, dengan mengancam korban Melati ( nama samaran), akan menyebarluaskan foto korban ke media sosial.


    Kejadian yang membuat miris itu, berawal saat 14 September 2020 lalu, Melati di jemput tersangka di dekat rumahnya untuk diajak jalan jalan, dengan mengendarai sepeda motor. Hingga sampai di lokasi kejadian , makam cina yang berada di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.


    Korban yang awalnya diajak dengan alasan menemui orang yang menyebarkan foto milik korban kemudian mulai diancam oleh tersangka.


    Kapolres menerangkan, korban bukan hanya di ancam di dunia maya media sosial, namun juga diancam akan di bunuh bila tidak menuruti kemauan tersangka melakukan hubungan layak nya suami istri, meski si korban juga sempat memberontak.


    Dari pengakuan tersangka pula, diakui bahwa perbuatannya bukan hanya sekali ini, melainkan ada 2 korban lagi yang sudah melapor ke Polres Sragen. 


    Kesemuanya dilakukan dengan trik yang sama, yakni sempat melakukan pengancaman melalui dunia maya, melakukan kekerasan diantaranya mengancam akan membunuh dan memukul korban saat memberontak hendak di setubuhi.


    Kapolres berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di wilayah Sragen. Untuk itu, ia mengimbau kepada warga Sragen melalui Pres Release yang di gelarnya, agar berhati hati saat bermedia sosial, dan melalukan pertemanan dengan orang tak di kenal. (HMS/RED)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +