Iklan

Adv

Peduli Dunia Pendidikan Terdampak Covid 19, Mahasiswa KKN-T UPGRIS Dampingi Siswa SD Belajar dari Rumah

Rabu, 02 September 2020, 4:01:00 PM WIB Last Updated 2020-09-02T09:01:36Z
Saat pendampingan siswa SD Belajar dari Rumah di titik kelompok 3.


Laporan: Bang Nur

UNGARAN,harian7.com - Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi. Adanya wabah virus corona ini menghambat kegiatan belajar mengajar yang biasanya berlangsung secara tatap muka kini beralih pembelajaran harus dilaksanakan di rumah.

Kendati begitu, pandemi ini mampu mengakselerasi pendidikan 4.0 Sistem pembelajaran dilakukan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan kondisi tersebut,  kini Pemerintah Indonesia menyelenggarakan program Belajar dari Rumah (BDR). Tujuannya untuk pemenuhan pelayanan pendidikan pada anak selama pandemi COVID-19.

Dengan adanya program Belajar dari Rumah (BDR) ini, ternyata beberapa siswa mengalami kendala saat proses pembelajaran. Seperti yang dirasakan oleh Sukma, salah satu siswi kelas 6 SD Negeri Krandon Lor 02. Dia menyebut semenjak diterapkannya pembelajaran secara daring terkendala perangkat hanphone ataupun jaringan (Kuota internet).

Hal yang sama juga tengah dirasakan dari kalangan pendidik (guru kelas). Salah satunya yaitu guru tidak bisa membimbing langsung siswa dalam kegiatan belajar. Seperti yang dikatakan oleh Yuliana, seorang guru yany mengajar kelas 5 SD Negeri Krandon Lor 02.

“Kalau diberi materi seperti ini, ada beberapa siswa yang sulit memahaminya. Misal si A, kalau di rumah anak ini bisa atau tidak? Kan kita tidak tahu," ujarnya.

Melihat kondisi demikian, Ida Royani salah satu mahasiswa KKN-T UPGRIS dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Mira Azizah, S.Pd., M.Pd mengunjungi kelompok-kelompok belajar kelas 5 dan 6 SD Negeri Krandon Lor 02 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, untuk memberikan pendampingan Belajar dari Rumah (BDR). Pendampingan ini bertujuan agar Belajar dari Rumah (BDR) dapat terlaksana secara optimal.

Kepada harian7.com, Selasa (1/9/2020) kemarin Ida Royani mengungkapkan, pendampingan dilaksanakan empat kali dalam satu minggu dan dilakukan di 4 titik. Dua titik dari kelas 5 dan dua titik dari kelas 6. Setiap titik terdiri dari 2-5 siswa.

"Pelaksanaannya setiap hari Selasa-Jumat. Hari Selasa di kelompok belajar 1, hari Rabu di kelompok belajar 2, hari Kamis di kelompok belajar 3, dan hari Jumat di kelompok 4,"tuturnya.

Dengan adanya pendampingan ini, lanjut Ida Royani, beberapa siswa merasa sangat senang. Seperti yang dirasakan oleh Arkan, siswa kelas 6 SD Negeri Krandon Lor 02.

“Sangat senang. Kan bisa tanya kalau tidak bisa,"ucapnya.

Sebagai informasi,  KKN-T merupakan kolaborasi Ditjen Kemendikbud, Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) dan Universitas PGRI Semarang.(*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini