Iklan

Adv

Mutu Beras Bansos KPM PKH Buruk, Ini Penjelasan Dinsos Kab Semarang

Minggu, 27 September 2020, 9:01:00 AM WIB Last Updated 2020-09-27T02:11:07Z
Kabid PPMKS Dinsos Kab Semarang Rini Widyastuti, S.H saat sampaikan penjelasan dalam Rakor, Sabtu(26/9/2020)

Penulis : Shodiq


UNGARAN, harian7.com - Banyaknya aduan KPM ke Kades di Kab Semarang terkait mutu Beras Bansos KPM PKH 2020 yang di salurkan beberapa hari yang lalu, memantik keresahan di kalangan Kepala Desa di Kab Semarang.


Dalam press release nya kepada harian7.com sekretaris Hamong Projo dan Sekaligus Ketua DPC Papdesi Kab Semarang Syaichul Hadi, S.Pt mengatakan, bahwa pada Sabtu (26/9/2020) pagi, bertempat di RM Cikal Gading Tuntang Kab Semarang, telah di selenggarakan Rakor yang di hadiri antara lain Kabid PPMKS Dinsos Kab Semarang Rini Widystuti ,pengurus Hamong Projo Kab Semarang , Ketua DPC Papdesi Kab Semarang Syaichul Hadi dan tamu undangan. 



 Syaichul menambahkan, bahwa dalam rakor tersebut, menanggapi atas banyaknya aduan masyarakat akan buruknya kualitas beras bantuan sosial KPM PKH 2020 Kepala Dinsos Kab Semarang drg. Muhammad Gunadi melalui Rini Widyastuti, SH Kabid PPMKS Dinas Sosial Kab. Semarang menyampaikan beberapa hal sebagai berikut.



1. Bahwa bantuan beras tersebut adalah program tambahan untuk KPM PKH langsung dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI yang bekerjasama langsung dengan BUMN Perum BULOG


2. Program Bantuan tersebut berupa beras medium per KPM 15 kg untuk bulan Agustus, September dan Oktober 2020. Penyaluran bulan Agustus dan September disatukan pada September 2020, sehingga KPM menerima 30 kg.


3. Beras tersebut adalah stock tahun 2018 dari gudang Bulog dan masih layak konsumsi, apabila ternyata terdapat yang tidak layak konsumsi dimohon untuk tidak dikonsumsi. 


4. Pemerintah Kab. Semarang melalui Dinas Sosial Kab. Semarang, TKSK, Pendamping PKH hanya melaksanakan proses penyaluran yang dibantu oleh Pemerintah Desa / Kelurahan.


4. Atas pengaduan masyarakat tentang buruknya kualitas beras tersebut, Dinas Sosial Kab. Semarang akan menyampaikan kepada para pihak terkait, untuk adanya penjelasan dan evaluasi di kemudian hari. 


5. Beberapa contoh beras akan dijadikan bahan evaluasi.

              Foto istimewa


Lebih lanjut Syaichul Hadi berharap kepada masyarakat tidak perlu mempolemikkan.


" Kami berharap kepada masyarakat tidak usah mempolemikkan mutu beras tersebut, karena beras tersebut memang beras medium bukan premium," pungkasnya. (*)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini