Iklan

Adv

Gabungan Serikat Pekerja dan Buruh di Kabupaten Semarang Deklarasikan Diri Dukung NgeBas

Sabtu, 19 September 2020, 11:12:00 PM WIB Last Updated 2020-09-19T16:12:50Z
Serikat Pekerja dan Serikat Buruh di Kabupaten Semarang saat menggelar deklarasi. (Foto: Arie Budi/harian7.com)


Laporan: Arie Budi


UNGARAN,harian7.com - Gabungan  serikat pekerja dan serikat buruh di Kabupaten Semarang menggelar Deklarasi Pemilukada Damai. Para buruh ini mendeklarasikan diri mendukung pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang,  NgeBas (Ngesti Nugraha-BasariP) pada Pilkada 2020 mendatang.


Deklarasi yang digelar di Ruang Pertemuan, komplek PIKK Jawa Tengah, Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (19/9/2020) sore, di ikuti oleh Ketua FKSPN Kabupaten Semarang Ir. Sumanta, Ketua FARKES. REF Kabupaten Semarang M. Irfai'i, Ketua KSPSI Kabupaten Semarang Risno SE, Ketua FSP KEP Kabupaten Semarang Hardiyanto, dan Ketua FSP KAHUTINDO Kabupaten Semarang Bagio S.


Ketua FKSPN Kab Semarang Ir. Sumanta mangatakan, Serikat Pekerja Kabupaten Semarang mendukung adanya Pemilukada Kabupaten Semarang Tahun 2020 Secara Damai. 


"Kami ingin memelihara kesejukan dan kedamaian, mengutamakan persatuan dan Kesatuan demi keutuhan NKRI dan menciptakan situasi keamanan ketertiban masyarakat Kab Semarang menjelang Pilkada Bupati dan Bupati Kab Semarang,"jelas Sumanta yang juga koordinator gabungan serikat pekerja dan serikat buruh.


"Adapun semua itu Untuk menciptakan keamanan yang aman, kondusif di Kabupaten Semarang, "tuturnya.


Ditambahkan Sumanta, empat federasi dan satu konfederasi buruh dan pekerja di Kabupaten Semarang sepakat mendukung pasangan Ngebas.


"Komunikasi yang kita bangun dengan Ngebas sudah inten, dan kami melihat pasangan Ngebas sangat peduli kepada masyarakat buruh,"tandasnya.


Setelah deklarasi, lanjut Sumanta, pihaknya akan segera menyosialisasikan pasangan Ngebas melalui grup-grup WA (whatsapp), baik jajaran pengurus maupun pekerja pabrik.  Pihaknya juga akan menyelenggarakan membership meeting.


“Kalau kondisi PKM (pembatasan kegiatan masyarakat) atau PSBB dicabut, artinya kondisinya sudah aman kami jajaran pengurus akan masuk ke pabrik-pabrik menyosialisasikan pasangan Ngebas. Jumlah anggota kami hampir 20 ribu orang yang tersebar di 25 sampai 30 perusahaan,”  beber Sumanta.


Ia mengaku juga sudah menyampaikan beberapa tuntutan buruh untuk ditindaklanjuti bila nanti terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Semarang. Tuntutan itu antara lain masalah penegakan hukum, kebebasan berserikat, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta persoalan upah buruh.


“Kami yakin insyaallah pasangan Ngebas akan menang,”pungkasnya.(*)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini