Iklan

Adv

Pengalihan Fungsi Lahan Aset Desa Diprotes Warga, Kades Kadirejo : Program Kami Optimalisasi Lahan Tidak Produktif Menjadi Produktif

Selasa, 04 Agustus 2020, 7:28:00 AM WIB Last Updated 2020-08-04T01:33:53Z

Kades Riyadi saat di konfirmasi harian7.com di ruang kerjanya Kantor Pemdes Kadirejo Senin, (03/08/2020).

Penulis : Shodiq

UNGARAN,harian7.com -  Berbagai macam cara di lakukan oleh Pemerintah Desa untuk  mendokrak Pendapatan Asli Desa (PADes) berdasarkan hak asal usul  dan kewenangan skala lokal  Desa. 

Diantaranya adalah dengan memaksimalkan potensi yang ada di Desa yakni hasil usaha ,  hasil aset, swadaya , mengoptimalkan lahan tidak produktif menjadi produktif dan lain- lain.

Hal tersebut juga di lakukan oleh Pemdes Kadirejo , Kec Pabelan , Kab Semarang. Riyadi Kepala Desa Kadirejo saat di temui harian7.com di ruang kerjanya Kantor Pemdes Kadirejo Senin , (03/08/2020) siang mengatakan, bahwa untuk meningkatkan dan mendongkrak PADes Kadirejo pihaknya telah membuat  program optimalisasi lahan milik aset Desa yang tidak produktif menjadi produktif.

" Wujud nyata dari program kami untuk mendongkrak PADes yaitu dengan mendirikan SPBU berkapasitas kecil Pertamina  Desa (Pertades) yang  berlokasi di Lapangan sepakbola RW V Dusun Bungas, Desa Kadirejo. Pertades tersebut kerjasama antara PT MTI dengan BUMDes. Adapun modal nya sebesar Rp.180 juta," kata Riyadi.

Ketika di tanya alasan didirikannya Pertades di lapangan sepakbola , Riyadi menjelaskan,  bahwa lapangan tersebut sangat strategis untuk usaha dan  ingin lebih mengoptimalkan produktifitas lahan.

" Lapangan tersebut  sejak saya kecil sudah ada. Namun lapangan tersebut kurang di manfaatkan oleh warga secara maksimal karena sudah ada lapangan sepakbola yang lebih bagus  yaitu di Dusun Belangan. Kami juga ingin mengoptimalkan lahan milik aset Desa dari yang tidak di garap secara tidak produktif menjadi produktif," jelas Riyadi dengan gamblang.

Terkait perubahan sawah lestari (lahan basah-red) menjadi lahan kering dengan didirikan ternak kambing dan tanaman rumput. Kades yang biasa di panggil Gondrong oleh teman - temannya itu berdalih, bahwa program tersebut menjadi salah satu program kerjanya menjabat sebagai Kades.

" Mendirikan ternak kambing merupakan salah satu visi misi saya untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Kadirejo," dalihnya.

Lebih lanjut Riyadi menerangkan, untuk menyatukan visi misi di lokasi ternak kambing tersebut rencana ke depan ia berencana membangun wisata Desa yaitu wisata edukasi untuk masyarakat.

" Edukasi tentang cara beternak , pengolahan pakan ternak, pengolahan hasil tani, di.lokasi tersebut juga akan kami kembangkan teknologi tani tepat guna untuk meningkatkan hasil pertanian, " terang Riyadi.

Namun sangat di sayangkan program yang bagus tersebut belum di musdeskan secara formal dengan melibatkan BPD , Tomas dan perangkat Desa. Hal tersebut diakui Kades Riyadi kepada harian7.com.

Sementara itu, Hariyanto (58) warga RT 13, RW V Dusun Bungas, Desa Kadirejo, Pabelan, Kabupaten Semarang memprotes adanya program Pertades dan perubahan fungsi lahan sawah lestari tersebut.

"Kami mewakili warga mempersoalkan perubahan fungsi lahan dari fasum olahraga menjadi Pertades dan Pasar Tani. Kami juga memprites tanah bengkok yang nota bene  sawah lestari di rubah tanah kering. Karena  tidak ada musyawarah desa baik dengan BPD, tokoh masyarakat dan Perangkat ," kata Hariyanto.

Hariyanto menilai, pengalihan fungsi fasilitas umum lapangan sepak bola untuk olahraga menjadi tempat usaha dapat memberangus kebutuhan masyarakat untuk berolahraga.

" Dengan di alihkannya lapangan sepakbola menjadi tempat usaha, hak kami untuk sehat  dengan berolahraga di berangus," pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini