Iklan

Adv

OJK Jateng Pantau Progres Kendala Perbankan Maupun Pelaku Usaha

Rabu, 05 Agustus 2020, 6:49:00 PM WIB Last Updated 2020-08-05T11:49:38Z
OJK Jateng memantau progres kendala perbankan maupun pelaku usaha 

SEMARANG, Harian7.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso melakukan kunjungan ke daerah-daerah di Jawa Tengah dari mulai Tegal, Semarang, dan Solo untuk memantau dan mendengarkan secara langsung progres serta kendala-kendala yang dihadapi di lapangan baik perbankan maupun pelaku usaha.

Wimboh mengatakan terkait dengan implementasi kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah dan OJK berkaitan dengan stimulus perekonomian dan kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yaitu program restrukturisasi kredit, penempatan uang negara pada perbankan, maupun subsidi bunga bagi UMKM.

"Hingga 20 Juli 2020 nilai restrukturisasi kredit yang sudah dilakukan perbankan mencapai Rp784,36 triliun yang diberikan kepada 6,73 juta nasabah terdampak covid-19. Dari jumlah tersebut sebanyak Rp330,27 triliun diantaranya diberikan kepada 5,38 juta debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),"ujarnya, Rabu (5/8).

Menurutnya, Untuk sektor UMKM, nilai restrukturisasi mencapai Rp49,93 triliun yang berasal dari 1,11 juta debitur, atau 98,39% dari total debitur yang direstrukturisasi. Untuk perusahaan pembiayaan, secara Nasional per 28 Juli 2020 restrukturisasi yang telah dilakukan mencapai Rp151,01 triliun dari 4 jutaan.

"Sedangkan di Jawa Tengah per 22 Juli 2020 tercatat sebanyak 95 perusahaan pembiayaan sudah menjalankan restrukturisasi pinjaman. Restrukturisasi perusahaan pembiayaan Jawa Tengah telah mencapai Rp12,91 triliun dari 400.180 debitur,"tuturnya

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Jawa Tengah, Eddy Sulistyo Bramiyanto, menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh program-program yang telah dicanangkan Pemerintah pusat dan OJK.

"Saat ini pun, Provinsi Jawa Tengah Tengah mulai menginisiasi pelaksanaan proyek padat karya untuk memperluas peran masyarakat Jawa Tengah dalam pembangunan dan memacu pemulihan ekonomi,"ujarnya.
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini