Iklan

Adv

Nguri-uri Seni dan Budaya, Digelar Virtual Rawat Ruwat Serasi Kabupaten Semarang

Sabtu, 29 Agustus 2020, 5:36:00 PM WIB Last Updated 2020-08-29T10:36:12Z
Foto istimewa.


Penulis: Arie Budi

UNGARAN,harian7.com - Dalam rangka 'Nguri-uri' atau melestarikan kesenian dan kebudayaan Kabupaten Semarang, Disdikbudpora Kabupaten Semarang menggelar virtual rawat serasi yang diadakan di lingkungan Leyangan damai RT 05 RW 11 Kelurahan Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang, Sabtu (29/8/2020).

Turut Hadir Camat Ungaran Timur Arief Budianto, Kepala Desa Leyangan Maskuri, Kasi Kesenian Dan Nilai Nilai Budaya Disdikbudpora Kabupaten Semarang Slamet Widodo SS, dan perangkat desa lainnya.

Acara Virtual kesenian ini di beri nama Virtual Rawat Ruwat Serasi Kabupaten Semarang yang mana juga menampilkan wayang kulit yang mana para rombongannya tetap mematuhui protokol  Kesehatan sesuai pemerintah.

Selain itu pula dalam wayang kulit juga dilakukan ruwatan yang mana agar semua yang ikut acara ini mendapat berkah dan mendapatkan kesehatan juga keselamatan.

Camat Ungaran Timur Arief Budianto saat di temui harian7.com menyampaikan, hari ini mengadakan ruwatan dalam rangka mengungkapkan rasa syukur dan memanjatkan doa kepada Allah SWT memohon untuk keselamatan kesehatan bagi warga Kecamatan Ungaran Timur khususnya dan Kabupaten Semarang pada umumnya , agar senantiasa sehat dan terhindar dari Covid 19.

" Kami berharap Semua warga Kabupaten Sehat semua, masyarakat banyak rejekinya, anak-anak dapat sekolah kembali dan wabah Covid-19 ini dapat selesai sehingga warga Kabupaten Semarang dapat beraktifitas kembali secara normal,"tuturnya.

Sementara itu, Kasi Kesenian dan Nilai-Nilai Budaya Disdikbudpora Kabupaten Semarang Slamet Widodo SS menyampaikan, atas nama pemerintah Kabupaten Semarang yang mana kegiatan ini di fasilitasi pamong Budaya Kabupaten Semarang yang mana kegiatan ini semoga warganya menjadi sehat dan aman.

"Harapan kami Kabupaten Semarang menjadi kondusif dan warganya akan menjadi lebih baik dari hari sebelumnya," jelasnya.

Usai acara ruwatan Camat Ungaran Timur beserta Pengurus pamong budoyo melepaskan burung merpati dengan arti agar semua wabah dan gangguan di Kabupaten Semarang segera pergi, seperti wabah virus Covid-19 menjadi lenyap dari bumi Kabupaten Semarang.(*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini