Iklan

Adv

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kab Semarang: Ada 55 Desa yang Terkena Dampak Kemarau

Kamis, 13 Agustus 2020, 2:37:00 PM WIB Last Updated 2020-08-13T07:49:22Z
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Heru Subroto.


Penulis: Arie Budi

UNGARAN,harian7.com - Memasuki musim kemarau data terakhir ada 55 desa menjadi titik rawan. BPBD siapkan 500 truk tangi berkapasitas 5000 liter guna penuhi kebutuhan warga. Demikian diungkapkan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Heru Subroto kepada harian7.com saat ditemui dikantornya Rabu, (12/8/2020) kemarin.

" Kami sudah berkoordinasi dengan dinas-dinas lain untuk bersinergi memberikan informasi terkait musim kemarau yang sudah dekat. Betul dari 15 Kecamatan di Kabupaten ada 55 desa yang rawan," jelas Heru.

" Kemarau tahun lalu di Bringin Desa Rembes meminta drop air hingga 34 tangki. Disusul Bancak Desa Plumutan 25 tangki hingga Ungaran Timur Desa Kalikayen," ujarnya.

" Prediksi kami daerah rawan kekeringan tersebut bisa saja naik dari tahun lalu. Pasalnya lahan hijau yang dimiliki wilayah Kabupaten Semarang sudah mulai menipis. Sehingga mata air ikut menghilang," tambahnya.

" Semoga saja stabil, mumpung ini masih ada hujan sedikit-sedikit warga yang sering kekeringan bisa sambil ditampung," lanjutnya.

" Tidak hanya kekeringan. Lahan disekitar gunung yang ada di Kabupaten Semarang juga menjadi sorotan. Harapannya masyarakat semua tidak membuat ulah membakar hutan,"pungkasnya. (*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini