Iklan

Adv

Era Industri 4.0, Pendidikan Islam Diminta Beradaptasi

Senin, 31 Agustus 2020, 5:25:00 AM WIB Last Updated 2020-08-30T22:25:18Z
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani, saat memberikan sambutan pada wisuda perdana Insititut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC), Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.


Editor: Shodiq

SURABAYA,harian7.com - Diera milenial dan  industri 4.0, Pendidikan Islam harus dapat  menyesuaikan diri. Dalam  menghadapi tekanan globalisasi yang semakin kuat, mengingat laju perkembangan teknologi dan perubahan sosial saat ini. Demikian diungkapkan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani, saat memberikan sambutan pada wisuda perdana Insititut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC), Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (30/08/2020) kemarin.

Ditegaskan KH Abdul Chalim, para santri dan pelajar yang berbasis pesantren harus terus menjadi manusia pembelajar yang mampu merespon isu-isu dan kebutuhan kekinian.

"Institusi pendidikan Islam itu luas, meliputi madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi,"tegasnya.

Diingatkannya,  agar semua institusi itu adaptatif pada dinamika kekinian. Pendidikan Islam jangan terlalu dalam mengenang zaman keemasan dan romantisme sejarah masa lalu.

"Orang terpelajar adalah pemilik masa lalu, dan orang yang terus belajar akan menjadi pemilik masa depan,”tuturnya.

Dijelaskan, IKHAC adalah perguruan tinggi keislaman yang dinanungi oleh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur. Dalam wisuda kali ini, IKHAC menyematkan gelar sarjana S1 bagi 460 wisudawan, termasuk sembilan mahasiswa asal luar negeri, seperti Afganistan, Thailand, Malaysia dan negara Asia lainnya.

Sementara itu, Pengasuh dan pendiri Pesantren Amanatul Ummah, KH. Asep Abdul Chalim berpesan agar para wisudawan menjadi sosok yang mandiri dan siap menyongsong era digital. Para Alumni, selain dibekali penguatan mental spiritual, juga sudah dibekali ilmu-ilmu terapan yang siap dipakai untuk bekal hidup di era industri 4.0, seperti akutansi, teknologi informasi, bahasa Arab dan bahasa Inggris.

“Saya kira lulusan sini sudah membawa cukup bekal untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat dan juga siap menjadi enterpreneur,” katanya. Berbagai kompetensi itulah yang menurutnya menjadi aspek keunggulan IKHAC yang didisain menjadi World Class University. (Yuan/ST)

#pendidikanislam
#kemenag
#beritajatim
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini