Iklan

Adv

Menyingkap Tabir Misteri Gunung Merapi, dan Menguak Rahasia Dusun Babadan Dusun Kesayangan Mbah Petruk Karena Kedekatan Mbah Tulus Pada Masa Itu

Jumat, 10 Juli 2020, 3:27:00 AM WIB Last Updated 2020-07-09T22:31:05Z
Mbah Jemu Muhadi (memakai peci) didampingi Ari Suyatno saat ditemui harian7.com.
MISTERI,harian7.com - Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan air laut yang berada di bagian tengah Pulau Jawa, yakni pada lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisi lainya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

Selain dikenal gunung aktif, Gunung Merapi juga banyak menyimpan  misteri yang konon katanya disebutkan oleh masyarakat di tunggu oleh Dia adalah Ki Petruk atau akrab di telinga masyarakat seputar Merapi dengan sebutan Mbah Petruk.

Menurut keterangan Mbah Jemu Muhadi (60) warga lereng merapi yakni di Dusun Babadan Desa Paten Kecamatan Dukun Magelang Jawa Tengah, saat ditemui harian7.com, Kamis (9/7/2020) menuturkan, keberadaan Mbah Petruk memang sudah lama dipercayai masyarakat sekitar merapi sebagai penguasa dan Penunggu Gunung Merapi.

Sebagian masyarakat Dusun Babadan, kata Mbah Jemu, juga meyakini bahwa si empunya Merapi ini akan memberi tahu warga jika Merapi sewaktu-waktu meletus.

"Kalau Mbah Marijan sosoknya ada, sedangkan Mbah Petruk ini gaib. Biasanya Mbah Petruk mendatangi warga sekitar merapi melalui mimpi," kata Mbah Jemu yang juga sesepuh dusun setempat.

Lebih lanjut Mbah Jemu membeberkan, sebagai bentuk penghormatan, masyarakat setempat kerap kali memberikan sesaji dengan tujuan agar mereka selamat dari bahaya, terutama letusan gunung tersebut.

"Walaupun warga di Dusun Babadan saat gunung meletus tidak mau mengungsi kami warga sudah siap dengan keadaan apapun,"ucapnya sembari menyeruput segelas teh di kediaman Ari Suyatno (43) warga setempat dengan didampingi warga lainya Gito (55).

Tak hanya Mbah Petruk, beber Mbah Jemu, dilokasi sekitar dusunya juga terdapat makluk ghaib yang kerap kali mewujudkan diri menyerupai wanita cantik.

"Disini juga ada makluk astral wanita berparas cantik yang kerap nampak. Kalau saya menyebut itu Wewe Gombel (Peri-red), tepatnya disekitaran Pos Pengamatan Merapi Dusun Babadan. Wanita itu cantik mas, dan rambutnya panjang,"terang Mbah Jemu.

Mendengar cerita itu, perbincanganpun semakin larut dan merasa penasaran, tim harian7.com menanyakan kapan sosok wanita cantik itu menampakan diri. Mendengar pertanyaan itu Mbah Jemu mengungkapkan, wewe gombel itu sering menampakan diri pada setiap malam Jumat kliwon.

"Tanda hadirnya setelah saya bakar dupa, nanti ada angin disertai aroma harum. Saya juga pernah ditemui saat bertapa di tempat saat mencari wangsit atau menenangkan diri (Semedi - red) . Saat datang, nanti wewe gombel saya sebut untuk  cari wisik,"ungkap Mbah Jemu.

"Saat menampakkan diri wewe gombel itu mengenakan pakain putih, kadang hitam. Selain itu disitu juga ada pusaka keris yang sering muncul namun tak tahu namanya. Selain itu juga ada sosok makhluk katak  dan ular sangat besar yang sangat berbahaya. Bahkan dulu pernah ada kejadian misterius satu keluarga meninggal dunia,"beber Mbah Jemu sembari menunjuk arah lokasi tersebut.

Ketika tim harian7.com menanyakan penyebab kematian satu keluarga itu. Mbah Jemu menjawab,"Begini ceritanya mas,
beberapa puluh tahun lalu pernah serumah meninggal. Penyebabnya karena diganggu gaib kerajaan katak prajurit Mbah Petruk penunggu Gunung Merapi,"terangnya.

Ketika ditanya kenapa bisa makhluk astral tersebut marah, dengan senyum Mbah Jemu menjelaskan, Awalnya ada tanaman jamur diarea yang diyakini wilayah kekuasan makluk ghaib tersbut. Lalu oleh salah satu keluarga itu, diambilah jamur itu lalu dimasak sehingga makluk ghaib tersebut merasa diganggu dan mengamuk hingga satu keluarga meninggal.

"Semua warga tahu kok kejadian itu. Namun soal kematian sebagian masyarakat menyebut disebabkan karena itu. Namun ya kita sebagai manusia sepenuhnya kita serahkan kepada Allah SWT,"ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Mbah Jemu, dahulu kala juga pernah ada peristiwa seorang pendaki asal Belanda meninggal di lokasi tak jauh dari lokasi wewe gombel itu yakni jurang Senowo. Kala itu, saat jasad hendak di evakuasi oleh tim SAR dan relawan lainya tidak berhasil karena tiba tiba diserang oleh makhluk tak kasat mata dari atas melempar batu.

"Setiap jasad hendak di evakuasi berulang diserang dengan batu dari atas gunung/tebing. Karena merasa ada yang ganjil akhirnya meminta bantuan sesepuh atau tokoh spiritual setempat. Oleh sesepuh itu lalu dibakarkan menyan selanjutnya menyebut minta izin si penunggu wilayah tersebut. Setelah itu baru jasat bisa di evakuasi,"terang Mbah Jemu yang diamini warga lainya.

Dusun Babadan Diyakini Dusun Kesayangan Mbah Petruk

Ditambahkan oleh Ari Suyatno (43), selain adanya misteri Wewe Gombel dan makluk ghaib menyerupai katak serta ular besar, disebutkan jika Dusun Babadan adalah dusun kesayangan Mbah Petruk. Kenapa disebutkan kesayangan, karena sejak dahulu kala Dusun Babadan tak pernah terkena dampak ataupun menimbulkan korban jiwa akibat letusan Gunung Merapi.

"Saat Gunung Merapi meletus, didusun ini tidak pernah terkena Abu vulkanik atau yang kerap disebut wedus gembel mas. Bahkan saat gunung meletus banyak warga yang enggan meninggalkan rumah. Padahal dusun kami hanya berjarak 4 KM dari puncak Gunung Merapi,"bebernya.

Ketika disinggung tim harian7.com, kenapa bisa disebut dusun kesayangan, Ari menjelaskan, dipercaya masyarakat kenapa tidak pernah kena abu vulkanik lantaran dua hal. Pertama, dahulunya satu sesepuh Dusun Babadan yakni yang pertama kali babat alas di dusun babadan bernama Mbah Tulus sangat dekat dengan Mbah Petruk si penunggu Merapi.

"Kedekatan inilah yang dipercaya masyarkat jika Mbah Petruk sayang dengan Mbah Tulus, sampai anak cucu dan warganya yaitu warga dusun Babadan,"ucapnya.

Disampaikan Ari  dilihat dari kenyataan itu desa ini selalu dilindungi, atau hanya dilewati oleh abu Vulkanik tanpa menurunkan abunya di Dusun Babadan. Walaupun dahsyatnya letusan Gunung seperti yang terjadi tahun 2010 silam yang juga menewaskan Mbah Marijan.

"Saat itu  jembatan pasa putus, dan desa serta dusun dusun lain di sekitar Gunung Merapi lumpuh, namun Dusun Babadan ini aman. Bahkan saat terjadi letusan, penduduk Dusun Babadan nyambat (Menyebut - red) bersama sama agar wedus gembelnya berubah arah, maka akan berubah arah sesuai dengan permintaan warga baik itu meminta ke selatan, ke utara, ke timur, bahkan jika warga mengingin hanya melewatinya, maka wedus gembel tersebut akan menyesuaikannya,"pungkasnya.(*)

Mendengar cerita tersebut, tim harian7.com (Bang Harju/Teropong Malam menyambangi tempat yang disebut angker untuk berinteraksi dengan makhluk astral yang disebutkan warga).

Tunggu tayangannya di harian 7 tv streaming, atau anda like fanpage facebook harian 7 dan like serta subcribe chanel Youtube kami Harian 7 TV Official agar tidak ketinggalan tayanganya. 

Dan jangan lupa bagikan ya......
Tunggu tayanganya akan hadir...


Tim Liputan: M.Nur/Shodiq/M Rifa/Ady Prasetyo

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini