Iklan

Adv

Upaya Pencegahan OTG Berkeliaran, RSUD Salatiga Buka Pelayanan Rapid Test Private Bertarif 400 Ribu

Sabtu, 13 Juni 2020, 7:20:00 PM WIB Last Updated 2020-06-13T13:44:31Z
Direktur RSUD Kota Salatiga dr Sri Eko Pamudji MKes.
Laporan: M.Nur

SALATIGA,harian7.com - Sebagai pencegahan penularan Covid-19, khususnya Orang Tanpa Gejala (OTG), RSUD Kota Salatiga membuka program pelayanan baru yakni rapid test mandiri dengan tarif Rp 400 ribu.  Program layanan baru ini dimaksudkan sebagai bentuk upaya dalam rangka pencegahan Orang Tanpa Gejala (OTG) berkeliaran.

"Selain  pencegahan adanya OTG berkeliaran, dibukanya progam rapid test ini sekaligus juga membantu masyarakat untuk menekan angka penyebaran Covid-19, khususnya di Kota Salatiga yang masuk zona merah,"kata Direktur RSUD Kota Salatiga dr Sri Eko Pamudji MKes saat dihubungi harian7.com, Sabtu (13/6/2020).

Diungkapkan Pamudji, kami memang sengaja membuka layanan Rapid test ini secara Mandiri ditujukan kepada masyarakat umum dengan tarif Rp 400 ribu.

"Tujuan awal kami, membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Salatiga menekan angka penyebaran Covid-19," katanya.

Diterangkanya, alasan yang mendasar bagi RSUD membuka layanan ini, dikarenakan management RSUD Salatiga saat ini sedang mengalami penurunan pendapatan.

"Dimana, sejak pandemi Covid-19 pendapatan RSUD menurun drastis. Untuk itu, program Rapid test mandiri ini kami buka bagi masyarakat secara private/ khusus sehingga membantu keuangan rumah sakit milik Pemkot Salatiga tersebut," papar Pamudji.

Ditambahkan Pamudji, progam rapid test ini sudah berjalan satu minggu. Adapun selain tujuannya untuk membantu Gugus Tugas Covid -19 Pemkot Salatiga, juga  untuk mempercepat diagnosis. Sehingga segera dapat dipastikan tindakan yang efektif dan effisien terhadap pencegahan dan penanganan pasien covid.

"Selain itu juga untuk menambah pelayanan dan pendapataan ditengah sepinya pasien di RSUD Salatiga,"pungkas Pamudji.

Ada pun rincian Rp 400 ribu itu, dijelaskan Wadir Administrasi Keuangan RSUD Salatiga Listyono angka itu mencakup biaya sarana prasarana atau alat tes.

"Termasuk, jasa pelayanan tenaga medis yang memang telah diatur dalam undang-undang dalam bentuk remonerasi,"jelasnya.

Sementara, sejumlah masyarakat Salatiga mengeluhkan tarif yang dianggap cukup tinggi ditengah pemasukan pendapatan keluarga saat kondisi pandemi Covid-19.

"Biaya Rp 400 ribu lumayan bagi masyarakat dengan pendapatan kantong pas-pasan. Seperti saya sangat berharap ada Rapid test massal sehingga bisa gratis," ungkap Slamet warga Tingkir.

Sebelumnya, Wali Kota Salatiga Yulianto menandaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Salatiga agar menyiapkan pelaksanaan rappid tes massal di Kota Salatiga. Dimana, Rapid tes ini dapat diikuti kelompok-kelompok masyarakat diantaranya di pasar, pertokoan, pabrik, kantor, ASN, OJOL dan Sopir.(*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini