Iklan

Adv

Gelar Wisuda Virtual, Rektor UKSW: Rasanya Haru Melepas Para Winisuda Tanpa Kehadiran Mereka

Minggu, 28 Juni 2020, 6/28/2020 05:32:00 PM WIB Last Updated 2020-06-28T10:35:26Z


Laporan: M.Nur

SALATIGA,harian7.com - Sebanyak 532 winisuda diserahkan oleh Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Dr. Iwan Setyawan kepada Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., Sabtu (27/6/2020) kemarin.

Dr. Iwan Setyawan mengungkapkan, melalui prosesi wisuda yang dilakukan secara virtual, ia menyebut pada Periode I Tahun Akademik 2020/2021, UKSW meluluskan 686 orang lulusan yang terdiri atas 2 orang lulusan program diploma, 607 program sarjana, 71 program magister, dan 6 program doktor.

Prosesi wisuda UKSW sedianya akan dilakukan secara langsung di Balairung Universitas. Namun mengingat masa pandemi Covid-19, wisuda kali ini diadakan secara virtual.

“Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, UKSW menyadari bahwa penyebaran wabah Covid-19 hanya bisa diredam jika kita disiplin menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Hal ini yang mendorong pimpinan UKSW untuk menyelenggarakan wisuda periode ini secara virtual,” terang Dr. Iwan Setyawan.

Namun, menurut Dr. Iwan Setyawan, Covid-19 juga memberikan peluang dan tantangan bagi universitas untuk menunjukkan kreatifitasnya. Salah satu yang dilakukan UKSW adalah dengan memberikan kesempatan sekaligus tantangan bagi tim Robotic Research Center (R2C) Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) UKSW yang sudah sering memperoleh gelar juara di ajang kompetisi nasional untuk bisa menghadirkan sebuah robot mewakili winisuda dalam acara ini.

Prosesi wisuda dijelaskan Dr. Iwan dapat disaksikan winisuda dan keluarga melalui channel Youtube “Lensa BTSI UKSW”. Upacara wisuda virtual tersebut hanya diikuti oleh Pimpinan Universitas, Ketua Senat Universitas serta sebuah robot mewakili winisuda.

Tidak boleh pesimis

Rasa haru dirasakan Rektor UKSW saat melepas para winisuda tanpa kehadiran mereka dalam prosesi wisuda. “Rasanya tidak pernah ada di dalam sejarah universitas ini seorang rektor mewisuda dan melepas para lulusan tanpa kehadiran mereka. Namun saya tidak ingin kita memandangnya sebagai sebuah tragedi. Yang pasti ini adalah sebuah realitas yang tidak dapat terhindarkan,” ucap Neil dalam sambutannya.

Melalui kesempatan ini Rektor juga mengajak para lulusan untuk memetik sejumlah pelajaran hidup atas peristiwa pandemi covid-19. Para lulusan diantaranya harus belajar menyesuaikan diri pada kondisi baru; menerima, mencari solusi serta berpikir positif atas sebuah masalah serta terus berpengharapan akan kehidupan yang lebih baik.

 “Karenanya kita tidak boleh pesimis ketika diperhadapkan dengan setiap kesulitan hidup. Sekalipun susah, saya berharap dan percaya kita tidak menjalani masa pandemi ini dengan sikap bersungut-sungut. Saya yakin Anda sudah dan mau terus belajar dari setiap kesusahan bahkan yang ekstrim seperti ini,” pesan rektor bagi seluruh winisuda.

Secara simbolik, penyerahan map berisi ijazah serta pemindahan tali kuncir dilakukan oleh Rektor UKSW kepada salah seorang mahasiswa melalui bantuan GradBot. Robot  tersebut dilengkapi dengan tablet PC yang memunculkan wajah salah seorang winisuda.

Unik

Dijelaskan oleh Mitsal Ghapiqi, koordinator tim R2C FTEK UKSW, GradBot disusun oleh enam mahasiswa selama kurang lebih tiga minggu mulai proses perencanaan hingga jadi. Alat yang digunakan pun cenderung mudah didapatkan serta ekonomis. Sementara untuk kontrolernya dilakukan oleh user melalui smartphone.

Menanggapi kondisi ini, salah seorang winisuda Katya Riksil Javanti turut merasa prihatin. Bagaimana tidak, wisuda yang menurutnya adalah sebuah puncak proses belajar ditingkat perguruan tinggi tidak dapat dirasakan secara langsung karena pandemi yang terjadi.

“Tentu saja kecewa, orang tua pun sedih karena tidak bisa menyaksikan kami diwisuda secara langsung. Namun, dari hal ini kami belajar bahwa wisuda bukanlah akhir namun ini adalah awal perjalanan kami untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, tidak mudah menyerah pada keadaan. Kami juga sadar bahwa justru saat ini kami harus menyiapkan diri untuk mengamalkan ilmu kami bagi masyarakat,” tutur lulusan Fakultas Hukum UKSW tersebut.

Tantangan dari Ganjar

Apresiasi atas penyelenggaraan wisuda UKSW secara virtual turut diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. Melalui video yang direkam secara pribadi, orang nomor satu di Jawa Tengah ini merepresentasikan winisuda sebagai angkatan covid yang wajib berbahagia karena diwisuda dalam kondisi yang tidak sama dengan angkatan sebelumnya.

UKSW, seperti disampaikan Ganjar telah mampu memberikan ilmu pengetahuan yang hebat, up to date serta penuh dengan nilai kebangsaan dan kemanusiaan. Sehingga dalam kesempatan ini dirinya menantang para winisuda untuk menyelesaikan persoalan covid-19 yang melanda Indonesia bahkan dunia.

Menurutnya, dampak pandemi pada ekonomi yang turun tajam menjadi tantangan bagi para sarjana ekonomi untuk dapat berkontribusi, termasuk mendampingi para pengusaha kecil agar dapat kembali bangkit.

“Data di Indonesia belum beres, bukan saatnya untuk marah-marah tapi gunakanlah ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk mencari solusi sehingga data kita makin terkelola dengan baik. Termasuk pada praktik kesehatan yang masih belum beres seperti belum tersedianya APD dan vaksin. Saya berharap di antara kalian yang hari ini diwisuda akan mengisi ruang-ruang itu,” pesan Ganjar.

Apresiasi serupa turut diberikan Walikota Salatiga, Yuliyanto, S.E.,M.M., yang mengucapkan selamat kepada para winisuda meskipun hanya mengikuti wisuda secara virtual.(*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini