Iklan

Adv

Pentingnya Pengetahuan Ilmu Falak Dalam Kehidupan Sehari - hari, Berikut Penjelasan Dari M Rifa Seorang Ahli Falak

Minggu, 31 Mei 2020, 5/31/2020 05:02:00 AM WIB Last Updated 2020-05-30T22:02:37Z
Penulis: M.Nur


SAINS,harian7.com - Secara bahasa kata “falak” berasal dari bahasa Arab falakun yang mempunyai makna orbit atau lintasan benda-benda langit ( madar al-nujum). Oleh karenanya ilmu falak dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang lintasan benda-benda langit khususnya bumi, bulan, dan matahari. Demikian diungkapkan ahli falak M Rifa Jamaludin Nasir SHI MSI, saat berbincang dengan harian7.com, Sabtu, (30/5/2020) malam.

Dijelaskan M Rifa, dari benda-benda langit yang selalu berjalan pada lintasan atau orbitnya, maka kita dapat mengetahui letak antara benda langit yang satu dengan benda langit yang lainnya dan juga untuk mengethui waktu-waktu di permukaan bumi.

"Ilmu ini disebut juga ilmu Hisab karena ilmu ini mengandung benyak perhitungan, ada juga yang menyebutnya dengan ilmu Roshd karena ilmu ini memerlukan pengamatan dan observasi, sering juga disebut sebagai ilmu Miqot karena ilmu ini membahas tentang batasan-batasan waktu. Dari beberapa istilah di atas yang paling popular di kalangan masyarakat adalah “Ilmu Falak” dan Ilmu Hisab,"jelas M Rifa.

Diuraikan M Rifa, Ilmu Hisab lebih popular di kalangan masyarakat karena sebagian kegiatan yang paling menonjol di dalamnya adalah perhitungan-perhitungan, baik perhitungan arah kiblat, awal bulan gerhana, ataupun yang lainnya.

"Akan tetapi dalam ilmu falak pada dasarnya menggunakan dua pendekatan dalam mengetahui waktu-waktu ibadah dan posisi benda-benda langit, yakni pendekatan hisab (perhitungan) dan pendekatan rukyat (pengamatan) benda-benda langit, karenanya terkadang disebut juga dengan ilmu hisab rukyat,"tuturnya.

Ditambahkanya, Ilmu falak juga dapat disebut dengan ilmu astronomi, karena di dalamnya juga membahas tentang bintang dan antariksa (kosmografi). Perhitungan-perhitungan dalam ilmu falak berkaitan dengan benda-benda langit.

"Karena secara istilah astronomi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang peredaran benda-benda langit, baik fisiknya, geraknya, ukurannya, dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya,"ungkapnya.

Lebih lanjut M Rifa menjelaskan, Ilmu falak pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni Theoritical Astronomy atau ilmu falak ilmy, yaitu ilmu yang membahas tentang teori dan konsep-konsep benda langt yang meliputi, Kosmogoni,yaitu teori tentang asaal usul benda-benda langit dan alam semesta. Sedangkan Kosmologi,yaitu ilmu yang menyelidiki alam semesta termasuk asal usul struktur dan ruang waktu dari alam semesta.

"Kosmografi, yaitu pengetahuan tentang seluruh susunan alam, penggaaran umum tentang jagad raya termasuk bumi."

"Astrometrik, yaitu cabang astronomi yang kegiatannya melakukan pengukuran terhadap benda-benda langit dengan tujuan menetahui ukuran dan jarak antara satu benda langit dengan enda langit lainnya."

"Astromekanik, yaitu cabang astronomi yang mempelajari gerak dan gaya tarik benda-benda langit dengan cara dan hukum mekanik."

"Astrofisika, yaitu bagian astronomi tentang benda-benda angkasa dari sudut ilmu alam dan ilmu kimia."

"Practical astronomy atau ilmu falak amaly, yaitu ilmu yang melakukan perhitungan untuk mengetahui posisi dan kedudukan benda-benda langit antara yang satu dengan yang lain,"jelas M Rifa.

Pokok Pembahasan

Diungkapkan M Rifa, dalam perkembanganya  saat ini ilmu falak pokok pembahasanya  hanya difokuskan pada gerak benda-benda langit (matahari dan bulan) yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah keagamaan umat islam, sehingga ilmu falak hanya membahas sedikit dari banyaknya pembahasan tentang benda-benda langit yang terdapat dalam ilmu astronomi atau kosmologi. Beberapa pembahasan dalam ilmu falak yaitu, penentuan arah kiblat (azimut) dan bayangan arah kiblat (rashdul kiblat), penentuan awal waktu sholat, Penentuan awal bulan baik Hijriyah maupun syamsiah dan penentuan gerhana.

"Untuk itu, dengan melihat beberapa pokok uraian singkat yang saya sampaikan, maka wajar apabila ilmu falak sangat berperan penting dalam islam, karena berkaitan dengan ibadah-ibadah yang diwajibkan dalam islam seperti sholat, puasa, zakat, haji, dan hari raya,"pungkasnya.(*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini