Iklan

Adv

Seorang Santri Ditemukan Tewas Di Saluran Air

Senin, 13 April 2020, 11:22:00 PM WIB Last Updated 2020-04-13T16:22:02Z
Saat proses evakuasi mayat korban.
Laporan: Ady Prasetyo - Kabiro Kedu

MAGELANG, harian7.com  – Seorang santri Pondok Pesantren di Tempuran Magelang ditemukan meninggal dunia di sebuah saluran air milik Warga Dusun Kaliputih Kidul, Desa Girirejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Korban bernama Puji Kurniawan (24) warga alamat Dsn. Sedayu RT 001 RW 007 Ds. Sukorejo, Kec. Tegowono, Kabupaten Grobogan, merupakan salah satu Santri Pondok Pesantren Nurul Qur'an.

Jenazah pertama kali ditemukan oleh teman sesama santri bernama Maimun Alva Nur, warga setempat pada Senin,(13/04/2020), sekitar pukul 06.30 wib.

" Ketika itu saya sedang jalan jalan melewati lokasi melihat adanya sepasang sandal berada di atas timbunan bambu, juga mencium bau sangat menyengat, kemudian saya mencari asal bau tersebut melihat benda mencurigakan disaluran irigasi, setelah saya dekati ternyata adalah mayat," terang Maimum kepada Petugas Kepolisian yang datang di lokasi.

Saksi menambahkan, korban terakhir terlihat pada hari Jumat, anggal 10 April 2020 seusai sholat jumat,  Korban di Pondok Pesantren terkenal santri yang rajin melakukan bersih - bersih dilingkungan seputaran Pondok Pesantren tanpa harus diperintah Pengasuh Ponpes.

Personil Polsek Tempuran Polres Magelang Polda Jateng dipimpin oleh Ka SPK III Aiptu Agus Wijaya Karno, untuk melakukan olah TKP, selanjutnya jenazah di evakuasi ke Rumah Sakit Tidar Magelang.

"Dari hasil olah TKP petugas menduga korban meninggal karena tersengat listrik sewaktu membersihkan pepohonan yang melintang di kabel listrik, hal tersebut dikuatkannya posisi jatuhnya korban dan adanya senjata tajam (Bendo) yang dipergunakan untuk memangkas pepohonan,"terang Kapolsek Tempuran Melalui Aiptu Agus di lokasi kejadian.


Selanjutnya oleh Polsek Tempuran dibantu Anggota Baret "Barisan Relawan Tempuran" Kec. Tempuran, Kab. Magelang jenazah korban dibawa ke RSU Negeri Tidar Kota Magelang.


Sementara tim medis dari Puskesmas Tempuran Sri Endang Sugiyarti menerangkan,"Dari hasil pemeriksaan tumbuh korban tidak ditemukannya tanda tanda penganiayaan dan korban meninggal karena tersengat listrik, korban meninggal sekitar tiga hari yang lalu,"terangnya.(*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini