Iklan

Adv

Pedagang Makanan Cepat Saji Di Boyolali Terdampak Negatif Wabah Corona, Omset Penjualan Menurun Drastis

Minggu, 12 April 2020, 9:49:00 PM WIB Last Updated 2020-04-12T14:55:12Z
Bu Datik pemilik Warung Makan Bebek Goreng "Laras Roso".
Laporan: M Sarman - Kontributor Kab Boyolali

Boyolali,harian7.com - Wabah virus corona yang merebak di Indonesia akhir-akhir ini berdampak negatif terhadap bisnis makanan siap saji di Tanah Air, terutama yang bergerak di sektor makanan cepat saji.

Para pedagang mengalami penurunan, omset, seperti halny yang dialami  Bu Datik pemilik Warung Makan Bebek Goreng "Laras Roso" yang beralamatkan di Dukuh Kembang RT 08 RW 02 Desa Nepen Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.

Warung makan yang keseharianya  menyajikan menu Bebek Goreng, Rica entok, Bebek Blondo, ini kini dengan mewabahnya virus Corona mengalami penurunan pelanggan yang cukup drastis.

"Memang dirasakan wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) membuat pedagang kuliner di berbagai wilayah termasuk di Kota Boyolali mengalami penurunan yang cukup drastis," kata Datik pemilik warung Laras Roso, saat ditemui harian7.com, Minggu,(12/4/2020).

"Pasalnya, sejak adanya wabah virus covid 19 ini, tidak hanya pedagang saji makanan saja yang mengalami penurunan pendapatan. Namun pemasok bahan baku juga turut merasakan penurunan,"tuturnya.

Seperti dikeluhkan Sugiyo (55) selaku pedagang dan pemasok bebek dan mentok, asal Desa Randusari Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali, juga mengeluhkan hal tersebut.

Ungkapan senada di sampaikan Agus (30) salah seorang karyawan bebek goreng "Laras Roso". Disela melayani pelanggan ia menuturkan penurunan daya beli masyarakat disebabkan karena dampak wabah virus Corona yang meluas dan masif dan penerapan sosial distancing untuk mencegah penyebaran penularannya berdampak kepada daya beli masyarakat.

"Dengan mewabahnya Corona berjualan jadi sepi, orang-orang pada takut keluar karena ada himbauan dari pemerintah, pendapatan jadi menurun drastis,” keluh Agus.

Agus yang akrab disapa Boim,  mengatakan bahwa dirinya berharap ada solusi dalam menghadapi situasi seperti ini."Saya berharap adanya solusi saat ini,"harapnya.

Sementara itu, Gandono pemilik warung HIK ( Hidangan Istimewa Kampung) mengatakan, "Orang menengah kebawah dan orang kaya, serba salah dagang sepi tidak bisa muter modal, boro-boro untung, berharap balik modal saja susah, mudah-mudahan musibah ini cepet berakhir,” harap mbah gondo. (*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini