Iklan

Adv

Ketua Fraksi PDIP DPRD Salatiga : Penataan Pasar Pagi Sudah Bagus, Namun Masih Perlu Dimaksimalkan

Rabu, 29 April 2020, 4/29/2020 07:12:00 PM WIB Last Updated 2020-04-29T12:12:48Z
Milhous Teddy Sulistio SE, Ketua Fraksi PDIP DPRD Salatiga saat mengunjungi Pasar Pagi.
Penulis: Heru Santoso | Editor: M.Nur


SALATIGA, harian7.com – Penataan Pasar Pagi yang sesuai dengan protokol kesehatan dalam rangka upaya menangkal penyebaran Covid-19, yang antar pedagang berjarak 1,5 meter mendapat apresiasi berbagai pihak. Salah satunya adalah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Bahkan, sehari setelah dilakukan penataan, sempat viral pada media sosial (medsos) serta memunculkan komentar yang beraneka-ragam dalam memuji penataan itu.

Namun, lain dengan apa yang diungkapkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) DPRD Kota Salatiga, Milhous Teddy Sulistio SE. Bahwa, meski pedagang Pasar Pagi telah ditata dengan jarak 1,5 meter, namun menurutnya jarak tersebut masih kurang lebar. Pasalnya, jarak 1,5 meter itu jika dilihat atau dihitung dengan manusia dalam kondisi normal berdiri akan terlihat ‘berjarak’. Tidak demikian dengan pedagang maupun pembeli yang berada di Pasar Pagi.

“Adanya penataan pedagang dengan jarak 1,5 meter itu, niat baiknya sudah ada dan layak mendapat apresiasi. Namun, setelah melihat secara langsung di lapangan, jarak antar pedagang itu masih bisa dilebarkan lagi, paling tidak dibuat jarak 2 meter. Perlu diingat, bahwa jika antar pedagang maka jarak tersebut sangat bagus, tetapi didalamnya itu ada pembeli ataupun masyarakat yang berkunjung. Ini tetap saja masih menimbulkan persinggungan. Harapan saya, meski ini telah sesuai dengan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19, tidak apa salahnya jika jarak itu diperlebar lagi menjadi 2 meter,” jelas M Teddy Sulistio kepada harian7.com, usai melihat langsung kondisi Pasar Pagi,  Rabu (29/04/2020).
Walikota Salatiga Yuliyanto SE MM, saat memberikan himbauan di Pasar Pagi.

Ditambahkan, dengan diperlebar atau dipeluas lagi jaraknya maka akan semakin nyaman dalam berdagang atau berjualan. Begitu juga, untuk pembeli semakin nyaman dalam berbelanja. Kalau memang ini terkait dengan social distancing, maka jarak 1,5 meter itu masih dapat diperlebar lagi. Selain itu, perlu dipikirkan juga akses jalan bagi pembeli di dalam lingkungan pasar, jalan ini harusnya juga diperlebar. Sehingga akan dapat menghindari bersentuhan antara satu dengan yang lain.

“Kondisi akan semakin padat, nampak pada pukul 05.30 wib saat pasar akan mengakhiri operasionalnya. Disini terjadi keramaian yang memuncak. Pedagang siap-siap kemas-kemas dan pembeli tergesa-gesa mendapat barang belanjaan.  Sehingga, jarak antar pedagang tersebut masih bisa dimaksimalkan. Pasalnya, perang kita sekarang ini adalah dengan benda kasat mata yang tidak terlihat,” ujarnya.

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan ini menyatakan, bahwa dalam situasi Ramadhan sekarang ini, apalagi menginjak pada minggu ketiga mendatang, akan terjadi keramaian masyarakat yang berkunjung ke Pasar Pagi. Mereka itu ‘prepare’ untuk belanja mencukupi kebutuhan lebaran. Disinilah, akan nampak meski telah ditata dengan jarak 1,5 meter, apakah ada perbedaannya dengan sebelum ditata atau tidak. Namun, jika jarak diperlebar lagi menjadi 2 meter maka dalam situasi ramai pun tetap terlihat jaraknya dan semakin rapi dan nyaman.

“Satu lagi, hasil pantauan langsung saya di Pasar Pagi, masih banyak pedagang maupun pembeli yang belum memakai masker. Ini perlu diingatkan terus. Saran saya, kepada pedagang dan pembeli untuk selalu memakai masker jika keluar rumah dan usai belanja di pasar dan pulang hendaknya langsung mandi dan pakaian dicuci. Intinya, penataan Pasar Pagi sekarang ini sudah bagus, namun masih perlu dimaksimalkan,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Salatiga Yuliyanto SE MM ketika dikonfirmasi terkait dengan penataan Pasar Pagi setelah menerapkan jarak 1 meter dan ada pandangan perlu diperluas lagi, pihaknya menilai silakan saja siapapun berhak untuk menilainya. Pada prinsipnya penataan Pasar Pagi dengan menerapkan jaga jarak 1,5 meter antar pedagang ini telah sesuai dengan protokol kesehatan. Selain itu, telah sesuai dengan kesepakatan dengan seluruh pedagang. Dan langkahnya ini, juga untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Penataan tersebut juga sudah sesuai dengan jumlah pedagang existing dan ruas jalan yang tersedia. Selain itu, sesuai dengan jenis dagangan yang dijajakan oleh pedagang. Jika harus diperlebar atau diperluas lagi, maka yang harus dipikirkan kembali adalah area atau lahan parkir kendaraan pedagang maupun pembeli. Sekarang ini, yang sulit adalah mencari lahan parkirnya,” pungkas Yuliyanto kepada harian7.com, Rabu (29/04/2020). (*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini