Info link

Adv

Penutupan Lokalisasi Sulitkan Pengawasan Penanggulangan HIV/AIDS

Jumat, 07 Februari 2020, 2/07/2020 05:22:00 PM WIB Last Updated 2020-02-07T10:22:55Z
Cilacap, Harian7.com  - Sebanyak 650 pekerja seks perempuan (PSP) di Kabupaten Cilacap sebagian besar masih usia produktif. Data ini berdasarkan estimasi maping yang dilakukan Lembaga Penelitian Pengembangan Sumberdaya Lingkungan Hidup (LPPSLH).

Hal tersebut dikatakan Aktivis The Global Fund (TGF) yang juga Ketua LPPSLH Kabupaten Cilacap, Nawa Nugrahasiwi saat ditemui dirumahnya Kamis, (06/02/2020).

"Estimasi PSP sebanyak 650 orang tersebut belum termasuk dari distrik Sidareja dan Majenang," katanya.

"Data dari RSUD 45 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang sedang terapi antiretroviral (ARV) dan voluntary counselling and testing (VCT) di RSUD Cilacap kini sudah lost to follow up (hilang kontak dan tidak terjangkau)," katanya.

Nawa menambahkan, karena hilang kontak tersebut, sehingga 45 ODHA terdiri dari 34 laki-laki, dan 11 perempuan sudah tidak mendapatkan pelayanan terapi ARV dan VCT dari RSUD Cilacap.
"Kecamatan Kesugihan dan distrik kota menjadi yang terbanyak (PSP-nya), lantaran imigran di titik tersebut bergaris lurus dengan keberadaan PSP," ungkapnya.

Penutupan lokasi prostitusi, menurut Nawa memunculkan persoalan baru, karena PSP menjadi free line dan germo baru, lantaran sudah mempunyai banyak pelanggan.

"Dengan ditutupnya lokalisasi tersebut, Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sebelumnya mendapatkan pelayanan VCT sekarang lepas dari pengawasan," tandasnya.

Lebih lanjut Nawa mengatakan, mantan PSK yang masih aktif, bahkan sekarang ada yang jadi germo ini yang merepotkan, karena mereka sudah tidak bisa kita jangkau, dan juga mereka ketakutan.

"Rabu malam kemarin kita dari TGF mendampingi Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan VCT mobile ketempat hiburan di kota Cilacap, dan telah memeriksa HIV/AIDS terhadap 29 orang yang bekerja di lokasi tersebut," tegasnya.

Selain itu, kita juga akan mendatangi ketempat kos yang ada di kota Cilacap, namun kita kesulitan lantaran sudah berbaur dengan masyarakat umum.

"Dalam mendampingi Dinkes kita sudah selesai, dan hasilnya bagus semua. Cuma masa jendela (jeda) harus menunggu 6 bulan lagi," pungkasnya.(Rus)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini