Info link

Adv

Diduga Konsleting Listrik, Satu Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah

Jumat, 14 Februari 2020, 2/14/2020 01:06:00 PM WIB Last Updated 2020-02-14T06:06:45Z
Nganjuk, Harian7.com - Diduga Konsleting listrik, gedung TK dan gedung sekolah SDN 1 Lengkong Lor Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk, ludes dilalap sijago merah.

Kejadian yang terjadi Rabu (12/02/2020) sekitar pukul 14.35 WIB mengakibatkan kerusakan pada ruang permainan anak dan teras gedung sekolah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun harian7.com di lapangan menyebutkan bahwa kebakaran gedung TK dan sekolah SD ini terjadi diduga karena arus pendek listrik. Kerusakan paling parah terjadi pada gedung permainan anak berukuran 8X6 meter.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk dari Fraksi Demokrat, Fauzi Irwana saat ditemui mengatakan, terjadinya kebakaran diduga arus pendek listrik.  "Yang parah kerusakan terjadi pada gedung permainan anak-anak," katanya.

Selain gedung permainan anak, menurutnya kobaran api juga merambah ke teras gedung sekolah SD yang berada di lokasi yang sama, juga ikut hangus terbakar.

"Kobaran api berhasil dipadamkan oleh warga setempat secara gotong-royong dan dibantu petugas dari Polsek Ngluyu," imbuhnya.

Beruntung peristiwa kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa termasuk dari anak-anak sekolah, karena waktu kejadian diluar waktu proses belajar mengajar. “Namun begitu kerugian material dari peristiwa kebakaran itu diperkirakan sekitar 70 juta rupiah,” ungkap Fauzi.

Menanggapi peristiwa kebakaran ini, kami sudah mendesak dinas terkait untuk segera memperbaiki dan merenovasi kerusakan gedung, agar proses pendidikan tetap berjalan.

“Tadi kami langsung kontak dinas terkait untuk segera memperbaiki atau merenovasi gedung yang rusak, agar proses belajar mengajar tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasanya,” pungkasnya.

Sementara, Humas Polres Nganjuk, IPTU Roni Andreas mengatakan tukang kebun pada sekolahan tersebut yang menjadi saksi mata, Sendy (25) mengetahui ada kepulan asap dari dalam rumah dinas guru SDN Lengkonglor 1, dimana rumah dalam keadaan tidak ditempati (kosong).

"Mengetahui kepulan asap saksi segera berteriak dan menghubungi Kepala Desa Lengkonglor Kecamatan Ngluyu, Parji dan langsung menindaklanjuti dengan menghubungi aparat terkait," katanya.

Kemudian, menurutnya warga masyarakat berusaha melakukan pemadaman api dengan alat seadanya, namun karena api terlalu besar dan membakar kayu penyangga rumah, sehingga mengakibatkan rumah dinas guru SDN Lengkonglor 1 roboh.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kebekaran tersebut, namun kerugian materiil yakni satu rumah dinas guru SDN yang terbuat dari kayu dengan ukuran 6 x 8 meter rata dengan tanah.

"Kerugian materi ditaksir sekitar Rp.20 juta rupiah," pungkas IPTU Roni. (Indra)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini