Info link

Adv

Inovasi oleh Mahasiswa KKN UNDIP, Dengan Modernisasi BUMDes Harapkan UMKM Desa Ngrapah Lebih Maju

Kamis, 13 Februari 2020, 2/13/2020 02:40:00 AM WIB Last Updated 2020-02-12T19:51:43Z


Ungaran,harian7.com – Setelah menempuh Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, selama lebih kurang 1 bulan di Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, 6 orang mahasiswa UNDIP dari berbagai jurusan keilmuan, telah memberikan banyak pelatihan dan pendampingan di bidang kesehatan, ekonomi, peternakan dan juga kepemudaan. Demikian disampaikan oleh Koordinator Desa (Kordes) Tim 1 KKN UNDIP Adhi Kurniawan Ciptoning, kepada harian7.com, Rabu (12/02/2020).

Diungkapkan Adhi, jika selama menjalani program KKN di Desa Ngrapah, ia bersama 5 orang rekannya yang berasal dari S1 berbagai jurusan diantaranya dari Jurusan Administrasi Binsis, S1 Perikanan Tangkap, S1 Teknik Mesin, S1 Ilmu Gizi, dan S1 Ilmu Keperawatan, berkolaborasi untuk memberikan pendampingan dan pengarahan salah satunya adalah tentang Stunting (gagal tumbuh pada anak akibat gizi buruk), dan Stunting telah menjadi masalah Nasional.

“Untuk program yang khusus adalah terkait Stunting, karena Stunting juga telah menjadi masalah Nasional dan dari kami ada rekan dari Jurusan Gizi dan Jurusan Keperawatan, tetapi untuk tema tidak ada, lebih membawa program dari jurusan kami masing – masing,” ungkapnya kepada harian7.com, disela acara perpisahan Program KKN UNDIP tahun 2020 di Sekretariat Kelompok Ternak Lele Mandiri.

Dari kami, lanjut Adhi, "Kemarin juga ada yang membuat inovasi produk seperti pellet lele dan pellet dari temu lawak untuk lebih meningkatkan produktivitas ikan lele yang dikembangkan oleh banyak pemuda di Desa Ngrapah,"terangnya.

Lebih lanjut Adhi menambahkan, selama menjalankan Program KKN selama 1 bulan, Adhi beserta 5 orang rekannya telah melakukan pembinaan kepada anggota Karang Taruna, anggota PKK, Kader Stunting, serta melakukan terboson di bidang ekonomi untuk melakukan modernisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan mengadakan pelatihan E-Commerce kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami melihat, BUMDes menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Desa Ngrapah, untuk itulah kami mencoba melakukan modernisasi dengan dukungan dana dari alokasi Dana Desa untuk membeli alat barcode scanner dan komputer,”tambahnya.

Masih kata Adhi yang didampingi oleh Elsa, mengungkapkan, bahwa fungsi barcode scanner adalah untuk lebih memudahkan inventarisasi barang – barang yang dijual di BUMDes Ngrapah. Dimana BUMDes Ngrapah bergerak di bidang perdagangan khususnya toko kelontong dan jasa sewa tenda.

“Toko kelontong dan sewa tenda menjadi usaha inti BUMDes di Desa Ngrapah, dan BUMDes di sini masih bisa dikembangkan, dengan banyaknya potensi, seperti halnya pembibitan ikan yang sudah berjalan baik serta telah banyak warga desa yang mempunyai unit – unit usaha mandiri,”ungkap Adhi.

Awal Mula Ide Modernisasi BUMDes


Adhi menjelaskan, jika moderniasi BUMDes, awalnya dilihat dari kondisi geografis Desa Ngrapah yang sangat strategis di Kecamatan Banyubiru.  Berdasar pada pengamatan awal Adhi berserta rekan – rekannya, telah banyak berjalan usaha jasa kurir swasta yang dapat dijangkau dengan mudah oleh warga Desa Ngrapah.

“Masing – masing dari kami membawa 2 program mono, dan untuk unggulan program kami adalah E-Commerce. Kenapa? Dari pengamatan kami, letak Desa Ngrapah sangat strategis, dan juga telah banyak beroperasi perusahaan jasa kurir di sekitar Kecamatan Banyubiru, yang dengan mudah diakses oleh warga Desa Ngrapah, khususnya,”jelasnya.

Dibawah bimbingan langsung dari drh. Ismail dari Fakultas Kedokteran Hewan, tim 1 KKN UNDIP Desa Ngrapah menilai, modernisasi BUMDes, merupakan peluang untuk pelaku UMKM di Desa Ngrapah lebih maju lagi.

“Peluangnya sudah bagus, dari adanya kurir yang banyak, dan masyarakat di sini juga sudah melek teknologi. Dengan E-Commerce diharapkan agar pelaku UMKM lebih maju, dan dengan E-Commerce dapat menentukan market place (lokasi pasar), karena pembelinya sudah tersedia dan hanya modal foto sudah bisa menjual produk,”tutur Adhi.

Saat melakukan pelatihan kepada 20 orang anggota karang taruna Desa Ngrapah, perserta KKN Tim 1 UNDIP mendata, bahwa para anggota karang taruna sudah banyak yang punya usaha sendiri, untuk itulah diadakan Pelatihan E-Commerce dan pelatihan pembukuan.

“Dari total peserta pelatihan sebanyak 20 orang warga di Desa Ngrapah, kesemuanya penuh antusias selama mengikuti pelatihan. Kami harapkan, warga dapat berkolaborasi dengan BUMDes. Karena dengan pengembangan E-Commerce, BUMDes hanya jadi drop ship, jadi BUMDes yang sediakan stoknya, warga pelaku usaha dengan E-Commerce dapat menjajakan produk BUMDes kepada calon pelanggan, dan BUMDes lah yang nantinya mengirimkan barang yang telah dibeli oleh pelanggan,”terang Adhi mengenai keuntungan penerapan E-Commerce di BUMDes Ngrapah.

Disebutkan Adhi, bahwa dengan BUMDes sebagai penyedia stok barang, perputaran uang akan terkumpul di BUMDes dan kepada pelaku UMKM tidak membutuhkan modal yang besar, dikarenakan pendanaan BUMDes telah ada alokasinya dari Dana Desa. Selain itu, dimungkinkan BUMDes, dapat pula membuka usaha jasa kurir antar desa untuk menambah peluang penyerapan tenaga kerja. (*)

Laporan: Andy Saputra
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini