Iklan

Adv

Kasus investasi bodong MeMiles, Salah Satu Member Dari Keluarga Cendana Transfer Rp 3,5 Miliar ke Rekening Barang Bukti

Kamis, 30 Januari 2020, 2:53:00 PM WIB Last Updated 2020-01-30T08:04:07Z
Ilustrasi. Sumber gambar net

Jatim,harian7.com - Kasus investasi bodong MeMiles hingga saat ini terus bergulir, kali ini, Member “MeMiles” dari salah satu keluarga Cendana bernama nama Ari Sigit telah mentransfer senilai Rp 3,5 miliar ke rekening yang saat ini menjadi barang bukti, atas kasus investasi illegal MeMiles PT Kam And Kam berkedudukan di Jakarta. Kasus tersebut saat ini tengah ditangani Subdit Indagsi Ditreskirmsus Polda Jatim.
“Memang benar Pak Ari Sigit sudah mentransfer uang senilai Rp 3,5 miliar ke rekening barang bukti,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada awak media, Kamis (30/1/2020).
Sementara untuk menuntaskan berkas perkara kasus itu,  tim penyidik Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim yang dipimpin Kombes Gidion Arif Setyawan harus bekerja secara marathon, sekali lagi untuk menuntaskan kasus investasi ilegal “MeMiles” PT Kam And Kam berkedudukan di Jakarta, yang diungkap 18 Desember 2020.
“Kasus ini melibatkan 5, yakni dua bos PT Kam and Kam, Kamal Taracan alias Sanjay (aktor intelektual) dan Suhanda, motivator sekaligus perekrut artis berinisial Martini Luisa alias Eva (Ahli Akupungtur), Tim IT MeMiles berinisial Prima Hendika dan Sri Wiwit selaku pengatur Reward,”ungkap Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.
Dijelaskan Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, selain itu juga melibatkan baru 8 publik figur yang telah diperiksa terkait dugaan keterlibatan di MeMiles. Mulai dari Eka Deli, Marcello Tahitoe atau Ello, Adjie Notonegoro, Pinkan Mambo, Tata Janeeta, hingga Cucu Mantan Presiden Soeharto Ari Sigit beserta istrnya Rika dan Regina. Sedang untuk barang bukti yang sudah diamankan uang sebanyak Rp128,1 miliar, 24 mobil dan aneka barang. Barang bukti mobil ini dijejer rapi di halaman gedung Tribrata Mapolda Jatim.Sementara sampai saat korban MeMiles yang lapor di SPKT Polda Jatim sekitar 300 orang dan yang lapor melalui online hampir 700 orang.
“ Dan konsentrasi penyidik saat ini, tentang barang bukti, kesaksian saksi lain. Tapi konsentrasinya bagaimana menyempurnakan bekas perkara untuk persiapan pengiriman tahap 1. Mengingat penahanan terhadap tersangka terbatas waktu, tidak boleh terlalu lama,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Arif Andiko dan Dirreskrimsus Kombes Gidion Arif Setyawan.
Terkait apa yang dilakukan penyidik “MeMiles” berkoordinasi dalam wujud, bisa ekspos, melakukan serangkaian tindakan teknis lain seperti bersama sama dengan jaksa.
“Kini penyelesaian berkas perkara pemeriksaan baru 90 persen. Keterangan saksi untuk melengkapi berkas perkara,” lanjutnya.
Namun demikian, hal itu sesuai kebutuhan kepentingan penyidik seperti bagaimana konstruksi hukum kesaksian ini menjadikan penyempurnaan terhadap tersangka yang ada atau tersangka yang sudah ditetapkan.
“Bagi saksi yang dipanggil tidak berkenan hadir, tentu konsekuensinya ada mekanisme SOP untuk memanggil kedua sampai dengan membuat surat perintah membawa saksi untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” tandasnya.  (Nin/hms)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini