Iklan

Adv

Dipicu Dugaan Perampasan Uang, Pak Kadus di Desa Banyubiru di Parang dan di Pukul Hingga Opname

Minggu, 26 Januari 2020, 1/26/2020 10:02:00 PM WIB Last Updated 2020-01-26T21:09:16Z
Korban pembacokan saat menjalani perawatan medis. (Foto: Arie Budi - harian7.com
Ungaran,harian7.com - Pujiono (40) warga Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang dilaporkan polisi, lantaran bacok  tiga orang dan rampas uang milik salah satu korban. Ironis, salah satu korbanya adalah kadus di Desa setempat.

Kapolsek Banyubiru melalui Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pancuran RW 13 Desa Banyubiru, Sabtu (25/1/2020) malam sekitar pukul 19.30 wib. Dua diantara tiga korban terpaksa harus opname di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka bacok.

“Pelaku setelah melakukan pembacokan melarikan diri masuk ke dalam kebun. Kondisi lokasi yang gelap karena malam hari, memudahkan pelaku kabur hingga tidak terkejar,” kata Iptu Budi kepada harian7.com, Minggu (26/1/2020) pagi.

Lebih lanjut Iptu Budi menjelasakan, kejadian tersebut bermula saat kepala dusun (Kadus) Pancuran, Purwadi didatangi korban Ponirin (70) warga RT 02/RW 07 Pancuran, melaporkan istrinya,  Siti Aidah (60)  telah dianiaya oleh pelaku Pujiono di rumahnya. Selain itu, Ponirin juga melaporkan jika uang milik istrinya dirampas pelaku. Namun, Kadus Purwadi menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan ke RT setempat untuk melalui jalan kekeluargaan.

“Saran pak Kadus dilaksanakan,  korban Ponirin tapi tidak ketemu Pak RT karena tidak ada di rumah. Selanjutnya dia kembali ke rumah pak Kadus. Keduanya bertemu di perempatan jalan dusun,” katanya.

Baca juga:



Saat keduanya berembug atas kejadian dialami korban Siti Aidah, tiba- tiba pelaku Pujiono keluar rumah menghampiri keduanya. Ponirin sempat meminta Pujiono mengembalikan uang milik istrinya dan mempertanggugjawabkan atas perbuatannya.

“Pelaku tidak menghiraukan  permintaan korban, malah dia marah dan teriak akan membunuh Siti Aidah,” jelas Iptu Budi.

Kadus Purwadi kemudian tergerak meredam dan menenangkan pelaku, namun malah dipukul mengenai bagian kepala dan lengannya. Disusul kemudian pelaku mengeluarkan parang yang sudah diselipkan di balik bajunya.

“Pelaku mengamuk dan membacok pak Kadus hingga melukai lengan kirinya. Saat Ponirin mendekat pelaku mendorongnya hingga jatuh tertelungkup. Pelaku langsung membacok berulang kali bagian belakang kepala Ponirin. Korban terluka parah,” ungkap Iptu Budi.

Baca juga:
Teriakan korban yang kesakitan didengar warga sekitar hingga berdatangan untuk memberikan pertolongan. Pelaku yang ketakutan melarikan diri masuk ke dalam kebun, dan menghilang.

“Korban Ponirin dan istrinya mengalami luka akibat senjata tajam dirawat di RSU Ambarawa. Kadus Purwadi berobat ke Klinik Kurnia Medika Banyubiru, kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Banyubiru,”pungkas Iptu Budi.

Hingga saat ini kasus penganiyaan berlatar belakang masalah uang ini masih ditangani Polsek Banyubiru. Petugas masih memintai keterangan korban dan melakukan pencarian terhadap pelaku.(*)

Laporan: Arie Budi
Kontributor Kab. Semarang
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini