Iklan

Adv

Diduga Diintimidasi 'Mantri' Bank, Seorang Ibu Sedang Hamil Tua Alami Shock

Jumat, 13 Desember 2019, 6:58:00 PM WIB Last Updated 2019-12-13T13:05:16Z
Salatiga,harian7.com - Diduga Karyawan salah satu Bank  melakukan hal yang tidak sepantasnya terhadap salah satu  nasabahnya di wilayah Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Kamis, (12/12/2019) sore kemarin.

Orang yang mengaku dari pihak salah satu Bank milik pemerintah tersebut melakukan penekanan terhadap YS (37) dengan bahasa pengancaman dan intimidasi  ingin melakukan lelang terhadap rumah tinggalnya.

"Rumah ibu sudah ada yang mau beli, dia orang Setro,"begitu dia mengatakan.

Disampaikan SBK suami dari YS kepada harian7.com, "Pasca kedatangan karyawan bank tersebut istri saya shock, dan merasakan sakit pada perutnya. Karena kondisinya sedang hamil tua,"jelasnya.

Ditambahkan SBK, dirinya mengakui jika sertifikatnya diagunkan di Bank BRI Unit Tingkir  untuk meminjam uang sebesar Rp 40 Juta kurang lebih pada tahun 2017 lalu. Dan pada saat itu sebagai atasnama pengajuan kredit adalah TMJ, bukan dirinya.

"Jadi peminjam adalah TMJ , dan saya yang punya jaminan. Atas keterlambatan tersebut saya juga sudah koordinasi dengan pimpinan BRI Unit Tingkir berikut membayar keterlambatan 1x angsuran dan untuk sisanya baru di upayakan hingga akhir Desember ini, sekitar tanggal 20, dan itu juga di amini,"ungkap SBK.

Lanjut SBK, atas kesepakatan tersebut saya sedang berupaya untuk mencari uang guna menebus sertifikat. Akan tetapi begitu diberi kabar oleh istri jika ada orang yang mengaku dari pihak Bank berinisial HR datang kerumah melontarkan kata-kata mengintimidasi sudah menawarkan rumah ke pembeli lain.

"Kalau boleh dibilang istri saya bukan nasabah, tapi kami pemilik jaminan sebagai agunan. Tapi diperlakukan seperti itu. Saya kawatir terjadi apa apa dengan kondisi istri saya yang saat ini sedang hamil tua,"ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bank BRI KCP Unit Tingkir, Agung saat dikonfirmasi harian7.com melalui WhatsApp perihal dugaan perlakuan tak pantas yang dilakukan anak buahnya berinisial HR tersebut apakah sudah  sesuai SOP, ia menjawab,"Selamat siang mas, untuk konfirmasi hal tersebut tolong panjenengan (anda - red) bisa ke kantor BRI Tingkir dahulu, nanti biar permasalahan ini bisa clear dan tidak menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan, matur suwun(Terimakasih - red),"jawabnya.

Ketika di tanya lebih lanjut, Agung belum bisa memberikan keterangan secara pasti. "Untuk konfirmasi tersebut saya belum bisa bapak, sebab belum  konfirmasi dengan perugas kami, mohon pengertiannya. Saya konfirmasi Ybs dulu,"balasnya.

Menyikapi hal tersebut, berdasarkan aduan masyarakat, Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) SIDAK melaui divisi umum Anton Siahan SH MH turut prihatin dan sangat menyayangkannya. "Kami sangat menyayangkan kejadian itu, terlebih itu Bank milik negara, kok ada karyawanya yang seperti itu,"ungkapnya.

Apalagi YS ini kan bukan nasabah, melainkan pemilik sertifikat yang diagunkan. Selain itu apa hak HR sudah menawarkan rumah YS kepada orang lain."Menurut kami ini sudah kelewatan, dan akibatnya YS dan keluarga dirugikan secara moril dan materil,"tandasnya.

Jika persoalan tersebut tidak ada penyelesaian secara baik - baik, kami akan laporkan ke OJK dan mengenai karyawan yang diduga melakukan intimidasi akan kami adukan ke pimpinan tertinggi.

"Sementara yang dapat saya sampaikan itu dulu. Nanti lebih lanjut akan saya hubungi,"tandasnya. (M.Nur)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini