Iklan

Adv

Aktivis BNPD Siap Dampingi Keluhan Warga Gedaren

Rabu, 11 Desember 2019, 1:57:00 AM WIB Last Updated 2019-12-10T18:57:39Z
KLATEN, harian7.com -  Warga Desa Gedaren Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten baru-baru ini mengundang salah satu aktivis BNPD (Barisan Nasional Penggiat Desa) untuk menyampaikan keluhanya.


Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (10/12/19) di rumah  warga Gedaren dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan beberapa warga setempat. Dalam pertemuan tersebut warga menyampaikan keluhan-keluhan terkait dengan persoalan yang melibatkan Kepala Desanya yang ditahan pihak kejaksaan terkait dengan dugaan penyelewengan dana APBDes.


Namun ada sebagian besar warga desa Gedaren mengaku merasa sangat keberatan atas tuduhan tersebut dan beralasan bahwa Kades mereka adalah merupakan sosok Kades yang sangat Baik, supel, jujur, dan sederhana.

" Saya selama menjadi warga Desa Gedaren baru kali ini merasa memiliki Kades yang sangat peduli dengan warganya, beliau itu (pak Sri Waluyo) orangnya sangat ramah, supel, entengan dan ora isonan (baca : tidak bisa menolak jika dimintai bantuan),"  kata Haryanto, (50) salah satu tokoh masyarakat yang diamini oleh semua yang hadir.


" Dalam hal penerimaan keuangan yang bersumber dari manapun beliau itu sangat transparan, tidak pernah ada yang ditutup-tutupi , Makanya kami warga ini heran, orang sebaik pak Sri Waluyo kok dituduh korupsi, itu tidak masuk akal,"  timpal Agus Haryanto (43) warga yang lain meyakinkan.


" Kami selama ini itu bingung mau melangkah kemana dan bagaimana, sebab kami ini warga Desa yang merasa kurang pengetahuan tentang hal-hal yang menyangkut hukum. Maka dari itu kami sangat berterimakasih sekali kepada bapak (Suntoro) mau kita undang disini untuk bisa menjawab kegelisahan kami, bahkan jika diperlukan warga siap menjadi saksi hidup dan siap membuktikan bahwa apa yang dituduhkan kepada pak lurah itu tidak benar," lanjutnya.



Sementara Suntoro aktivis BNPD yang hadir pada pertemuan tersebut mendengarkan dengan seksama satu demi satu warga yang ingin menyampaikan banyak hal tentang sosok kepribadian kadesnya. Hampir semua yang hadir yang mengaku mewakili sebagian besar warga yang lain meyakini bahwa Kepala Desanya itu Tidak Bersalah. Sebagai Penggiat desa Suntoro yang juga merupakan Direktur Bumades Klaten Maju Sejahtera ahirnya menyampaikan beberapa hal untuk menanggapi warga desa Gedaren.



" Sebagai penggiat desa saya sangat peduli dengan apapun yang ada di desa apalagi yang terkait dengan Bumdes, saya merasa terhormat sekali diundang oleh bapak-bapak untuk bisa berbagi yang mudah-mudahan bisa memberi solusi," katanya.


"Namun saya meminta kepada bapak-bapak semua sebagai perwakilan warga yang lain, untuk yang pertama tetap menjaga kondusivitas di desa, walaupun ada perasaan kecewa bahkan marah tapi emosi harus tetap terkendali. Kedua, selaku penggiat desa saya akan berkoordinasi dengan Pengurus BNPD maupun Bumades KMS yang lain untuk menentukan langkah apa yang akan ditempuh untuk membantu warga desa Gedaren dan pak kades Sri Waluyo agar persoalan ini bisa terselesaikan dengan baik tanpa ada pihak-pihak yang dirugikan. Ketiga, mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Negeri Klaten dengan kita tetap memberi dukungan moril kepada pak kades, mari kita bersama-sama mengawal proses ini agar pak Sri Waluyo yang sangat baik ini mendapatkan perlakuan yang adil, tanpa adanya “pesanan”, tekanan atau rekayasa dari pihak-pihak tertentu yang tidak punya kewenangan,"paparnya.


" Saya berjanji kepada kepada semua yang hadir disini akan membantu memfasilitasi dalam menyampaikan aspirasi warga desa gedaren baik melalui DPRD, Inspektorat, maupun lembaga-lembaga pengawas pemerintah lainya termasuk kepada LSM baik yang bersekala lokal maupun nasional. Semoga apa yang akan kita perjuangkan bersama ini Allah memudahkan langkah kita dan menghasilkan kebaikan untuk semua warga desa Gedaren tanpa kecuali," Pungkasnya.


Dalam pertemuan tersebut warga yang hadir semua sepakat untuk menerima masukan yang telah disampaikan demi kebaikan bersama. ( Ady Prasetyo )
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini