Iklan

Adv

Niatnya Turunkan Lempengan Batu Granit, Yoni Tewas Dengan Luka Parah

Kamis, 07 November 2019, 11/07/2019 04:41:00 PM WIB Last Updated 2019-11-07T09:41:07Z
AMBARAWA, harian7.com -Nasib apes dan mengenaskan menimpa Paulus  Hendra Prananda alias Yoni (40) warga Panjang Kidul RT 04 RW 02, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, saat memindahkan lempengan batu granit dari truk yang mengangkutnya dari Jakarta.

Informasi yang dihimpun harian7.com dari lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa mengenaskan itu terjadi di rumah Prayogo (60) Jalan Kartini RT 01 RW 06 Rengas, Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (6/11/2019) sekitar pukul 18.00 wib. Saat itu berawal dari datangnya truk dengan nopol H 1766 BL yang dikemudikan Edi Pramono (22) anak pemilik rumah. Truk tersebut mengangkut lempengan batu granit dari Jakarta. Sesampainya di lokasi kejadian, lempengan batu granit itu akan dipindahkan ke truk yang lain nopol K  dan selanjutnya barang akan dikirim ke Bali.

Tetapi, peristiwa tak terduga terjadi. Yoni yang ikut menurunkan dan memindahkan batu granit justru tertimpa batu granit yang cukup berat tersebut. Saat itu, selain Yoni ada Sarianto (35) dan Zaenal (35) warga Berokan, Bawen, Kabupaten Semarang yang juga akan membantu memindahkan lempengan batu granit ke truk yang lain.

Saat itu Yoni berada diantara dua bak truk yang akan mengangkut lempengan batu granit. Lempengan batu granit yang akan dipindahkan ke truk lain itu, justru roboh dan menimpa Yoni. Sedangkan Saryanto dan Zaenal bisa menyelamatkan dan hanya mengalami luka ringan. Akibat tertimpa tidak kurang 10 lempengan batu granit tersebut, korban Yoni mengalami luka parah di bagian leher dan kepala dan tewas dilpkasi kejadian.

Kapolsek Ambarawa AKP Slamet Kustanto melalui Kasubbag Humas Iptu Budi S mengatakan, bahwa untuk mengevakuasi korban melibatkan tim gabungan, masing-masing dari petugas Polsek Ambarawa, Polres Semarang, BPBD Kabupaten Semarang, Damkar Pos Ambarawa, SAR Buser, SARDA Polda Jateng, warga sekitar maupun para relawan. Ini dilakikan karena beratnya lempengan granit berukuran 2x3 meter yang berjumlah banyak itu.

"Hampir dua jam tim gabungan melakukan evakuasi terhadap korban dari robohnya lempengan batu granit tersebut. Bahkan, ratusan warga sekitar memadati lokasi kejadian ingin melihat apa yang terjadi sebenarnya. Korban Zaenal yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke RS Ken Saras Ungaran dan korban tewas Yoni ke RSUD Ambarawa," tandasnya.

Sementara itu, Daryanto, yang juga sopir truk milik Prayogo mengatakan, untuk kejadian persisnya kurang paham. Namun, setelah korban Yoni dilarikan ke RSUD Ambarawa, dirinya dan Prayogo langsung mendatangi RSUD Ambarawa. Bahkan, sudah bertemu dengan keluarga korban tewas Yoni juga.

"Intinya, Pak Prayogo selaku pemilik truk dan kejadiannya di rumahnya, ikut bertanggungjawab. Bahkan, sudah menjalin komunikasi dengan pihak keluarga Yoni. Informasinya, Kamis (7/11/2019) siang ini, jenasah Yoni dimakamkan dan dari pihak keluarga Pak Prayogo juga siap mengantarkannya hingga pemakaman," kata Daryanto kepada harian7.com, Kamis (7/11/2019). (Heru Santoso)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini