Iklan

Adv

DPRD Jateng Menilai Problem Pencemaran Air Sungai Bengawan Solo Harus Segera Diatasi

Senin, 25 November 2019, 11/25/2019 08:24:00 PM WIB Last Updated 2019-11-25T13:24:16Z
SEMARANG,harian7.com - DPRD Jateng menilai pencemaran air Sungai Bengawan Solo, problem yang terjadi aspek koordinasi pengelolaan masih menjadi yang paling utama sebagai upaya untuk mempercepat mengatasi persoalan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan problem yang terjadi aspek koordinasi pengelolaan masih menjadi yang paling utama untuk segera dapat mengatasi pencemaran sungai Bengawan Solo yang kini sudah cukup menghawatirkan.

Menurutnya Selain itu karena penempatan industri-industri yang ada di sepanjang kawasan Bengawan Solo berada berdekatan di badan sungai, seperti industri peternakan, industri batik dan lainnya.

"Khusus untuk pencemaran limbah air, yang selalu kami tekankan karena sekali masuk ke badan sungai dampaknya sangat dahsyat, mengingat PDAM mengambil air di sungai Bengawan Solo itu, Bahkan lahan pertanian juga mengandalkan air sungai tersebut,"ujarnya dalam diskusi Prime Topic Trijaya FM yang memngusung tema ‘Pembangunan Berwawasan Lingkungan’ yang digelar di Gets Hotel Semarang, Senin (25/11/2019).

Sementara itu Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Jateng Arif Djatmiko menuturkan pengembangan kawasan industri di Provinsi Jateng akan diarahkan kepada bentuk kawasan yang tidak merusak lingkungan.

Dia menambahkan di Jateng sudah ada lima kawasan industri yang menjadi percontohan bagi seluruh kabupaten/kota.

"Ada lima kawasan yang didorong menjadi kawasan percontohan yakni Brebes, Semarang, Kendal, Demak, Cilacap dan kebumen,"ujar Arif. (Andi Saputra)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini