Iklan

Adv

Dinilai Kunker Pemborosan, Dance: Kegiatan Sesuai Banmus DPRD Salatiga Bulan Oktober

Sabtu, 16 November 2019, 2:39:00 AM WIB Last Updated 2019-11-15T19:42:32Z
Salatiga,harian7.com - Menanggapi kritikan sejumlah LSM terkait kunjungan kerja (Kunker) ke Sulawesi, yang dinilai pemborosan dan tanpa capaian, Ketua DPRD Kota  Salatiga Dance Ishak Palit saat dikonfirmasi harian7.com melalui whatsApp menyampaikan, jika kegiatan tersebut sesuai Banmus DPRD Kota Salatiga bulan Oktober.

"Sesuai Banmus DPRD bulan Oktober dan strategi pengembangan kota dalam pembahasan APBD,"jawabnya.

Ketika di tanya tanggapan lebih lanjut dance menjawab,"Tidak ada,".

Sementara itu, Presiden Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) SIDAK Agus Subekti, mengapresiasi terkait kunker yang mana itu adalah salah satu bentuk upaya untuk memperbaiki Kota Salatiga, kedepan lebih baik.

"Ya semoga dalam kunker anggota DPRD Kota Salatiga diharapkan dapat menimba wawasan dikota lain, sehingga nantinya juga bisa diterapkan di Kota Salatiga,"tutur Agus.

Agus menyampaikan, terkait kegiatan tersebut agar transparan dalam penggunaan anggarannya. Hal itu untuk meminimalisir adanya sudut pandang masyarakat agar tidak menduga duga.

"Dengan membuka penggunaan anggaran secara transparan, kepada publik agar  selain masyarakat tidak menduga duga, juga untuk memberikan pendidikan  yang baik untuk rakyat," ujarnya.

Ditambahkan Agus, ia juga turut prihatin atas bencana alam gempa bumi di Sulawesi. Karena saat gempa terjadi teman - teman DPRD Kota Salatiga berada di lokasi.

"Semoga anggota DPRD Salatiga yang sedang bertugas di berikan keselamatan,"tutur Agus.

"Saya melihat tayangan televisi pada saat terjadi gempa bumi, para anggota DPRD Kota Salatiga nampak berada di loby Hotel Bintang Lima Arya Duta Manado. Dan semoga dalam kondisi baik dan selamat sampai kembali tiba di Salatiga,"papar Agus.

Agus berharap sepulang dari Sulawesi, apa yang di dapat dari kunker bisa di aplikasikan. Misalnya,"Pemberdayaan masyarakat untuk wisata seperti yang ada dibunaken, danau linowtomohon dan mungkin juga makanan tradisional seperti Koyabu, mungkin kalau nama disini "Awuk-awuk", agar nantinya bisa tenar setara singkong keju,"pungkas Agus. (M.Nur)


Berita sebelumnya:
Studi Banding Anggota DPRD Salatiga ke Sulawesi, LCKI Menilai Itu Modus Hamburkan Uang Rakyat

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini