Iklan

Adv

Diawali Tabung Gas Bocor, Pabrik Krupuk Terbakar

Minggu, 17 November 2019, 12:26:00 AM WIB Last Updated 2019-11-16T17:26:45Z
AMBARAWA, harian7.com - Warga Kupang Lor, Ambarawa, Kabupaten Semarang dikagetkan dengan adanya kebakaran, Sabtu (16/11/2019) sekitar pukul 10.30 wib. Yang terbakar adalah Pabrik Krupuk di wilayah Kupang Lor RT 07 RW 03,  Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa.
Pabrik krupuk tersebut milik Sariyanto (58) yang juga tinggal di rumah tersebut.

Kebakaran berawal saat Puput (19) dan Luki Herdianto (22) keduanya karyawan pabrik krupuk itu yang juga warga  Jambu, Kabupaten Semarang sedang menggarang kerupuk. Saat itu, ternyata gas elpiji habis dannoleh Puput selang di gas itu dilepas untuk diganti gas yang lain. Lalu, Luki mengganti dengan gas baru dan langsung dipasang.

Beberapa saat kemudian terdengar suara ngeses dari tabung gas itu. Tidak diduga, jika tabung gas itu berdekatan dengan tungku akhirnya muncul api dan dengan cepat menyebar dan merembet hingg ke tungku. Dan secepat kilat api membakar bangunan pabrik tersebut.

Warga yang melihat ada kebakaran langsung berhamburan keluar rumah untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Kemudian, kebakaran dilaporkan ke Polsek Ambarawa dan kantor pemadam kebakaran. Petugas pemadam yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan pemadaman api. Akibat kebakaran itu, diperkirakan kerugiannya mencapai Rp 150 juta.

"Saya tidak tahu persis kejadiannya, tahu-tahu mendengar suara orang berteriak ada kebakaran. Kemudian, keluar rumah dan ternyata sudah banyak warga yang berada di lokasi kebakaran," kata  Slamet (46) dan Muh Abdillah (56).

Dalam kejadian itu, seorang mengalami luka-luka yaitu  Tri Jumiyati (55) yang mengalami luka bakar pada betis kaki kanan. Dalam sekejap, gang masuk lokasi kebakaran dipadati warga yang mau melihat kebakaran. Hingga Jumat petang, puluhan warga dibantu petugas dari Polsek Ambarawa dan Koramil masih menyingkirkan barang-barang dari lokasi kebakaran itu. (Heru Santoso).
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini