Iklan

Adv

Kirab Budaya Semarakkan Merti Desa Ngampel Blotongan

Minggu, 27 Oktober 2019, 10/27/2019 05:22:00 AM WIB Last Updated 2019-10-26T22:22:24Z
Salatiga, harian7.com - Sayuk rukun saiyeg saeko praya, rukun bersama sama gotong royong bahu membahu membentuk tekad yg kuat itulah tema yang diusung dalam acara merti desa Ngampel RW 4 Blotongan Kecamatan Sidorejo Lor Salatiga.

Selain sebagai wujud kepedulian warga Ngampel nguri uri kebudayaan jawa yang sudah mulai di tinggalkan, merti desa ini juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas berkah dan rahmat yang dilimpahkan pada warga Ngampel.

"Merti desa ini sudah ketiga kalinya kita lakukan setelah lama vakum. Tujuannya  untuk nguri-uri kebudayaan jawa sekaligus wujud rasa syukur kita kepada Tuhan dan sebagai sarana untuk merekatkan persatuan antar warga Ngampel," papar Alvin, ketua panitia merti desa saat ditemui Harian7.com

Dalam kirab budaya yang merupakan  puncak acara merti desa, Sabtu ( 26/10/19 ), hampir semua warga Ngampel turut berpartisipasi dengan menampilkan aneka kostum yang terbuat dari barang-barang yang tak terpakai. Nampak juga beberapa kelompok kesenian yang ada di Ngampel seperti reog dan topeng ireng.

"Harapan kami kegiatan pelestarian budaya jawa ini tidak terputus sampai disini tapi bisa terus berkelanjutan. Dan bisa menginspirasi daerah lain sehingga kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap tahunnya. Kita juga berharap kirab budaya ini bisa masuk di agenda karnaval kota Salatiga supaya bisa dikenal lebih luas lagi," imbuh Alvin.

Semenyara itu Lurah Blotongan, Aditya Bagas Ranggajaya, S.IP sangat mengapresiasi kegiatan pelestarian budaya seperti yang dilakukan oleh warga Ngampel.

"Acara seperti ini perlu dilestarikan. Dan saya apresiasi secara penuh. Merti desa yg secara umum dalam hal ini bersyukur atas segala hal yang telah diberikan oleh Tuhan diimplementasikan dengan akulturasi budaya. Hal yang sangat baik yang perlu dipelihara dijaga dan dilestarikan," ungkap Rangga kepada Harian7.com.

Selain kirab budaya rangkaian acara merti desa juga menggelar pertunjukan reog, pertunjukan dalang cilik dan puncaknya adalah pertunjukan wayang kulit dengan lakon Wahyu Wijoyo Mulyo dengan dalang Ki Joko Winarno / Ki Petruk Jutul. (Fera Marita/M.Nur)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini