Iklan

Adv

Ibu-ibu PKK dari Blotongan dan Noborejo Ikuti Pelatihan Membatik

Sabtu, 12 Oktober 2019, 10/12/2019 01:30:00 PM WIB Last Updated 2019-10-12T06:30:50Z
SALATIGA, harian7.com – Batik di Salatiga sekarang ini dinilainya masih belum berkembang, hal ini salah satu penyebabnya adalah sepinya produsen. Namun, dirinya merasa optimistis bahwa tidak akan terlalu lama, predikat Salatiga sebagai kota penghasil batik akan diperolehnya. Demikian dikatakan Minaryati, dari Batik Tumpengan, Bancaan, Kota Salatiga disela membimbing ibu-ibu berlatih membatik dalam acara “workshop batik”, belum lama ini.

“Saya menilai bahwa dalam pelatihan membatik ini, karakter peserta sangat beragam. Modal awal dan modal utamanya, salah satunya ibu-ibu ini merasa senang menggambar atau corat-coret. Jika nantinya menguasai batik tulis, maka dapat membuat batik cap ataupun batik ciprat,” kata Minarti.

Pelatihan membatik ini diikuti oleh 30 perempuan paruh baya dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Mereka itu berasal dari PKK Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo dan PKK Kelurahan Noborejo Kecamatan Argomulyo. Mereka serius mengikuti pelatihan yang digelar selama tiga hari. Sebelum berlatih membatik, diawali dengan pelatihan nyanting, mewarnai, membuat motif, serta proses pembuatan batik.

“Peatihan ini bertujuan, untuk melatih kemampuannya ibu-ibu dalam berkreatifitas khususnya membatik dan harapannya ada ibu-ibu yang dapat menjadi pelatih di daerahnya. Kemudian, mereka itu mau berbagi ilmu yang diperolehnya dari pelatihan ini serta siap mengembangkan kemampuannya,” terang Minarti,

Ditambahkan, bahwa terkait dengan motif, dapat dibuat dengan mengangkat potensi dari daerah asal. Suatu saat motif itu akan dapat paten dan booming, bahkan ke depan akan banyak keuntungan yang didapatnya. Selain itu, akan mempercepat daerahnya itu dikenal secara luas. Untuk itu, pola pelatihan berbasis wilayah dapat digalakkan. Dari sini, para peserta dapat bergabung dalam satu kelompok serta membuat karya secara bersama. Hingga akhirnya akan dapat membuat daerah itu menjadi sentra batik.

“Munculnya sentra-sentra batik ini maka batik dari Kota Salatiga akan semakin dikenal dan tidak hanya batik tertentu saja yang dikenal di luar,” tandasnya.

Sementara, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Salatiga, M Chamim menyatakan, bahwa pihaknya sangat berharap kepada para peserta pelatihan membatik ini, ke depan dapat menjadi menjadi embrio pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Modal utamanya adalah peserta dalam membatik itu telaten dan sabar, karena membatik itu kaitannya erat dengan seni,” ujarnya. (Heru Santoso)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini