Iklan

Adv

Bawaslu Salatiga Gelar Evaluasi Pengawasan Pemilu 2019, Diikuti 35 Peserta Dari Berbagai Unsur

Selasa, 29 Oktober 2019, 10/29/2019 05:10:00 PM WIB Last Updated 2019-10-29T10:10:52Z
SALATIGA, harian7.com - Sebanyak 35 peserta mengikuti Rapat Koordinasi "Evaluasi Hasil Pengawasan Pemilu 2018 Bersama Mitra Kerja", yang digelar Bawaslu Kota Salatiga di Grand Wahid Hotel Salayiga, Selasa (29/10/2019). Pembukaan acara tersebut dilakukan Ahmad Domiri, anggota Bawaslu Kota Salatiga. Nara sumber yang dihadirkan Agung Ari Mursito (Ketua Bawaslu Kota Salatiga), Hery Wibowo (Yayasan Percik Salatiga), Surya Yuli Sulatiyo (Ketua PWI Kota Salatiga).

Ketua Bawaslu Kota Salatiga, Agung Ari Mursito menyatakan, bahwa rapat koordinasi ini intinya melakukan evaluasi pengawasan Pemilu yang telah berjalan. Pada intinya, selama dalam melakukan pengawasan Pemilu 2019, Bawaslu Kota Salatiga telah berhasil memproses adanya temuan pelanggaran berdasarkan jenis pelanggaran Pemilu.

"Temuan pelanggaran tersebut adalah pelanggaran administrasi ada 6, tindak pidana Pemilu ada 3 dan pelanggaran hukum lainnya yaitu terkait dengan netralitas ASN. Khususnya, pelanggaran dengan netralitas ASN tersebut sudah ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi kepada ASN yang bersangkutan. Sanksinya berupa hukuman disiplin sedang dengan penundaan pangkat 1 tahun," jelas Agung kepada harian7.com, disela rapat koordinasi, Selasa (29/10/2019).

Sementara, Ketua PWI Kota Salatiga Surya Yuli Sulatiyo menyatakan, bahwa dalam pemberitaan Pemilu prinsipnya tetap memberitakan yang merupakan fakta kejadian. Selain itu ada kegiatan Pemilu namun dari nara sumber tidak ingin diberitakan atau diekspose. Secara prinsip, berita-berita Pemilu itu seksi dan menarik untuk menjadi bahan berita.

"Berita-berita Pemilu itu tergolong seksi, karena pasti menarik untuk menjadi bahan pemberitaan. Sebagai contohnya, terkait dengan kampanye," tandas Surya Yuli, yang juga wartawan Suara Merdeka.

Sedangkan, Hery  Wibowo dari Percik Salatiga menyatakan, bahwa ada persoalan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 yang dinilainya merupakan masalah yang unik dalam pelaksanaan Pemilu di Indonesia diantaranya pengesahan UU Pemilu yang sangat mepet dengan penyelenggaraan pemilu sehingga muncul tauk menarik kepentingan politik. Kemudian, adanya produksi hoax dan politisasi SARA (politik identitas dalam kampanye, dan lainnya). Juga, Pilpres lebih populer ketimbang Pileg (kecuali DPRD Kabupaten/kita).

"Selain itu, rekapitulasi penghitungan suara yang melelahkan, kurang maksimalnya pendidikan politik serta adanya penyelenggara Pemilu yang terbebani seperti ada meninggal dunia, sakit dan stress karena kelelahan dalam bertugas," jelas Hery Wibowo.

Dalam acara ini, hampak hadir sebagai peserta sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan online, perwakilan Humas Pemkot Salatiga, perwakilan Humas Polres Salatiga, Kodim 0714/ Salatiga serta para mahasiswa maupun LSM. Sebelum acara berakhir diisi dengan tanya jawab. (Heru Santoso)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini