Info link

Adv

Ketua PMI Jateng Himbau Setiap Rumah Sakit Agar Memiliki Bank Darah

Selasa, 17 September 2019, 9/17/2019 10:17:00 PM WIB Last Updated 2019-09-17T15:17:26Z
Semarang,harian7.com - Seluruh rumah sakit di Jawa Tengah dihimbau untuk memiliki bank darah. Himbauan tersebut sebagai mana amanat Permenkes 83 / 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah, BAB III Pasal 40. Himbauan tersebut disampaikan secara tegas oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, Imam Triyanto, dalam Peringatan HUT PMI Ke-74 yang dihelat di Pendapa Dipokusumo, Selasa (17/9/2019).

“Jangan sampai ada kisah keluarga pasien lari-lari cari darah ke PMI. Jangan sampai nyawa tak tertolong karena tidak tersedianya bank darah di rumah sakit,”himbaunya.

Imam juga menjelaskan, dari enam rumah sakit yang ada di Purbalingga, sampai saat ini hanya Rumah Sakit Goeteng Taroenadibrata yang telah memiliki bank darah. Meski demikian, menurut data yang diterima Imam, capaian pemenuhan kebutuhan darah di Jawa Tengah, termasuk Purbalingga, telah terpenuhi PMI hingga 99,9 persen.

“Kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya cukup baik. Mereka tidak bertanya, untuk siapa darah itu diberikan. Mereka juga tidak meminta bayaran dari darah yang telah ia keluarkan. Inilah yang menjadi filosofi sekaligus inspirasi PMI dalam menjalankan peran bantu di bidang kemanusiaan,” jelasnya Imam.

Lebih lanjut Imam mengungkapkan, pihaknya membuka kesempatan masyarakat dari golongan dan strata manapun untuk bergabung bersama PMI. PMI terbuka untuk umum sesuai tujuh prinsipnya, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.

Sementara itu, mengenai peran bantu PMI, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, berharap PMI bersinergi penuh dengan pemerintah, terutama saat terjadi bencana di Purbalingga.

“Seperti yang kita tahu, Purbalingga itu rawan bencana dan saat ini tengah mengalami kekeringan. Musim kemarau yang cukup panjang ini ternyata membuat kebakaran hutan tak bisa dihindari, seperti yang ada di lereng Gunung Slamet. Di sinilah, kami sangat membutuhkan bantuan semua pihak, termasuk PMI,” ujar bupati yang akrab disapa Tiwi.(Rian/Hms Pemprov Jateng)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini