Iklan

Adv

Bupati Himbau, ASN Dilingkup Pemkab Klaten Untuk Konsumsi Beras Rojolele

Sabtu, 28 September 2019, 8:16:00 AM WIB Last Updated 2019-09-28T01:16:00Z
KLATEN,harian7.com – Setelah laris terjual saat mengikuti pameran Produk Inovasi 2019 di Wonosobo beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Klaten terus meningkatkan penjualan beras Rojolele. Bupati Klaten Sri Mulyani pun mengajak seluruh jajarannya untuk mengonsumsi beras asli kabupaten itu.

Sri Mulyani, mengungkapkan jika semua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Klaten untuk membeli beras Rojolele, di pasar petani maka akan semakin luas,  sehingga dapat mengangkat kesejahteraan petani.
“Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, saya minta ASN Klaten membeli beras Rojolele milik petani,” imbau Sri Mulyani,  dihadapan 1.100 penyuluh pertanian saat Bupati Menyuluh, di Gedung Sunan Pandanaran (Rabu, 25/9/19),
Ditambahkan Sri Mulyani,  petani Klaten terbantu dengan padi Rojolele hasil pemutakhiran kerja sama Pemerintah Kabupaten Klaten dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Jakarta telah berhasil menghasilkan varietas baru yang lebih unggul.  Varietas baru yang diberi nama Srinar dan Srinuk kini bisa bisa ditanam massal.

Dijelaskan, kalau dulu padi Rojolele bisa panen setelah menunggu enam bulan, kini Srinuk dan Srinar masa tanamnya lebih pendek. Demikian juga tinggi batangnya yang lebih pendek, tanpa mengurangi citarasanya yang tetap wangi dan pulen.  Keunggulan lainnya varietas hasil rekayasa nuklir ini adalah tahan hama. Bibit Rojolele itu diutamakan untuk ditanam oleh petani Klaten. Setelah panen berasnya bisa dijual massal, sehingga bisa menyejahterakan para petani Klaten.

Kabar ini disambut gembira, khususnya para petani yang hadir. Kebahagian itu semakin lengkap ketika Bupati Klaten Sri Mulyani memberikan bantuan asuransi bagi kelompok tani dan alat produksi pertanian berupa multivator guna penyuburan tanah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten Widianti menjelaskan, untuk menjaga bibit saat penanaman massal, pemerintah berusaha menjaga kualitas bibit dengan memberikan jaminan sertifikasi. Pengembangan bibit Rojolele akan dilakukan secara tersentral di Agro Techo Park Humo.

“Bibit Rojolele baru bisa ditanam petani di lahan-lahan penangkaran. Padi Rojolele hasil penangkaran ini dikirim ke balai sertifikasi Jawa Tengah,” kata Widianti.
Bicara tentang jumlah bibit yang akan diproduksi massal kepada petani, dia belum bisa memberikan angka pasti. Saat ini kebutuhan pasar terhadap bibit Rojolele sedang dihitung. Berapa pasar kebutuhan beras Rojolele yang dibutuhkan masyarakat, akan menentukan jumlah bibit yang harus ditanam petani.

“Seperti pesan Bupati Sri Mulyani, bibit Srinar dan Srinuk di tahap awal akan ditanam petani Klaten. Berasnya yang akan dijual bebas,” jelas Widianti.(Fan/hms)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini