Iklan

Adv

Sebanyak 47 Napi Peroleh Remisi, 5 Napi Diantaranya Langsung Bebas

Minggu, 18 Agustus 2019, 8/18/2019 02:27:00 PM WIB Last Updated 2019-08-18T09:48:18Z
SALATIGA, harian7.com – Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74, seluruh warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Salatiga dan pegawai mengikuti upacara bendera, yang digelar di selasar dalam Rutan Salatiga di Jalan Yos Sudarso. Meski tempat terbatas namun upacara berjalan khidmat dan tertib. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa nasionalisme serta mengenang jasa pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Demikian diungkapkan Kepala Rutan Salatiga Hero Sulistiyono melalui Humas Rutan Nuryadi dalam rilisnya kepada harian7.com, Sabtu (17/8/2019).

“Upacara yang diselenggarakan di selasar Rutan Salatiga ini sebagai bentuk rasa nasionalisme dan mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Bersamaan acara, diberikan juga pemberian remisi umum tahun 2019 kepada para napi. Remisi itu secara simbolis diberikan kepada perwakilan napi,” kata Nuryadi.
5 napi yang langsung bebas.

Sebanyak 54 napi Rutan Salatiga mendapatkan pengurangan remisi dihari Kemerdekaan RI ini dan ada 5 napi diantaranya langsung bebas. Namun, yang dibacakan ada 47 napi, karena ada 7 napi yang telah bebas mendapatkan hak lain berupa pembebasan bersyarat.

Sementara, Winarko salah seorang napi yang mendapatkan remisi menyatakan, bahwa dengan mendapatkan remisi ini mengaku senang dan bahagia dengan adanya pengurangan hukuman 2 bulan. Meski masih tetap menjalani sisa pidana yang ada namun tetap bersyukur.

“Terus terang dengan mendapatkan remisi 2 bulan ini, meski masih menjalani sisa hukuman namun saya tetap bersyukur. Terima kasih saya sampaikan kepada petugas Rutan Salatiga yang telah membimbingnya selama menjalani hukuman penjara di Rutan Salatiga ini,” katanya.

Nuryadi menambahkan bahwa sebelum upacara HUT RI Ke 74 Tahun 2019 ini, para warga binaan juga mengikuti kegiatan Tari Kolosal dengan tema “Indonesia Bekerja, Indonesia Maju”. Tari kolosal ini mendapat penghargaan Rekor MURI dengan jumlah peserta terbanyak. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari pembinaan kepribadian dalam bidang kesenian dan kebudayaan untuk memupuk rasa kesatuan dan persatuan. Selain itu, ikut mendukung program dari Presiden RI yaitu “Tentang Indonesia Bekerja” serta untuk meningkatkan rasa nasionalisme warga binaan dan para petugas pemasyarakatan. (Heru Santoso)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini