Iklan

Adv

Menyambut HUT RI Ke-74, Warga Kranggan Gelar Malam Tirakatan di Jembatan Kali Progo

Jumat, 16 Agustus 2019, 8/16/2019 11:48:00 PM WIB Last Updated 2019-08-16T18:26:56Z
Temanggung, harian7.com - Ratusan warga Desa Kranggan Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung menggelar Malam Tirakatan untuk menyambut HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Jumat (16/8/2019) malam.

Selain di hadiri warga desa setempat juga dihadiri warga Desa Papoan dan warga desa sekitar.

Selain masyarakat, dalam acara tersebut juga dihadiri Bupati Temanggung H.Al Khadiq, Camat Kranggan,Kapolsek Kranggan,Danramil Kranggan,Lurah Kranggan Bambang Subagiyo serta tokoh masyarakat setempat.

Uniknya, acara selamatan malam tirakatan tersebut  digelar di jembatan kali Progo yang lokasinya bersebelahan dengan Monumen Mayjen (TNI AD) Bambang Sugeng. Saat acara berlangsung nampak, di sepanjang jembatan masyarakat mengikuti acara dengan khidmat.

Lurah Kranggan Bambang Subagiyo dalam sambutanya menyampaikan,  bahwa dirinya menyambut bahagia dengan diadakannya acara ini, karena istilah janur kuning kembali muncul.

Selain itu Bambang menjelaskan, ia akan mengabadikan nama- nama pahlawan yang ada di Kranggan menjadi jalan di kampung,mengusulkan kepada Bupati supaya Bambang sugeng dijadikan nama jalan sepanjang jalan raya Kranggan- Badran

"Pada kesempatan ini saya sangat bersyukur, karena Bupati saja sangat terkesan dengan diadakannya tirakatan hasil gagasan warga Krangga ini,"ungkap Bambang.

Berita Video Klik disini >>Bupati Temanggung Bersama Warga Kranggan Ikuti Malam Selamatan RI ke 74 di Jembatan Kali Progo

Bambang menambahkan, Hal ini akan dijadikan agenda acara di tahun-tahun mendatang."Di usia RI yang ke 74 ini mengajak masyarakat untuk bersatu padu bergerak memajukan Temanggung,meneguhkan persaudaraan,memerangi hoax,kembangkan jiwa toleransi dan jiwa keadilan,"tambahnya.

Terpisah,  Suyadi (78) juru kunci makam Bambang Sugeng, menjelaskan, jembatan yang di gunakan untuk tirakatan kali ini mempunyai sejarah.Dulunya  jembatan ini digunakan sebagai tempat pembunuhan masal warga sekitar oleh Kompeni pada jaman Belanda.

"Selain itu tempat bersejarah lainnya yaitu makam Bambang Sugeng yang sudah berjuang untuk Negara ini,Beliau wafat demi memperjuangkan kemerdekaan dan di makamkan di sini di depan makam kedua istrinya,"tuturnya.
Selanjutnya, dalam serangkaian acara selamatan ditutup dengan membaca tahlil yang dipimpin langsung oleh Kyai Haji Furqon ,salah satu tokoh agama setempat.(*)

Laporan: Wahono
Wartawan harian7.com Temanggung.
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini