-->

Iklan

Adv

Penanganan TBC Diperlukan Adanya Komitmen Multisektoral

Jumat, 23 Maret 2018, 7:50:00 PM WIB Last Updated 2018-03-23T12:50:15Z
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Salatiga Adi Isnanto saat melapaskan burung merpati.
SALATIGA, harian7.com –  Pemerintahan Kota (Pemkot) Salatiga menggelar aksi peduli terhadap Tuberkulosis sebagai langkah nyata upaya penanganan penderita TBC. Untuk itu, pasien harus dapat ditemukan dan diobati hingga sembuh. Dari sini, penularan akan dapat dihentikan dan ditekan. Penanganan TBC itu diperlukan adanya komitmen multisektoral. Demikian dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Salatiga, Adhi Isnanto SSos MSi dalam sambutannya mewakili Walikota Salatiga, di halaman Pemkot Salatiga, Jumat (23/3).
Tema dalam Aksi Pemkot Salatiga memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia adalah “Peduli TBC, Indonesia Sehat”,  dengan melakukan aksi Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) dan menggelar senam bersama maupun pelepasan burung merpati.
“Kita harus bersama-sama melakukan aksi ini. Isu TB ini harus ditempatkan sebagai isu utama di semua sector. Pihaknya akan terus memotivasi seluruh jajaran kesehatan, termasuk para petugas di layanan kesehatan untuk memberikan layanan yang terbaik, berkualitas dan berkesinambungan. Diakuinya, bahwa gerakan ini juga mengajak semua pihak baik jajaran pemerintah, masyarakat, swasta maupun dunia usaha, untuk  berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis,” jelas Adhi.
Ditambahkan, bahwa hars ditingkatkan akan kesadaran dan kepedulian keluarga tentang penularan dan pencegahan Tuberkulosis. Pasalnya, pasien TB itu ada di sekitar keluarga. Dari sini, peran keluarga itu sangat penting dalam menyukseskan gerakan ini.
Disamping itu, masyarakat harus lebih mengenali gejala orang sakit TB. Diantaranya munculnya batuk berdahak lebih dari dua minggu, lalu sesak nafas, berat badan menurun, serta keringat di malam hari tanpa aktifitas. Jika muncul gejala itu, secepatnya berobat.
Pemkot Salatiga sendiri harus terlibat dalam pengalokasian sumber daya untuk menanggulangi TB sehingga target Indonesia bebas TB tahun 2035 bisa tercapai. Salah satu langkah nyata dalam aksi itu diantaranya yakni aksi temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) agar penemuan dan pengobatan TB semakin intensif, pro-aktif dan massal. Selanjutnya, penanggulangan TB dengan pendekatan kesehatan keluarga, mengalokasikan dana yang cukup untuk penanggulangan TB dan memperluas kemitraan dalam Penanggulangan TB agar cakupan penemuan dan pengobatan makin meningkat.
“Dalam tujuh dasa warsa terakhir ini di Indonesia, jumlah pasien TB yang diobati dan dilayani lebih dari 300.000 pasien TB setiap tahunnya. Khusus Kota Salatiga, penemuan kasus Tuberkulosis ada 282 per 100.000 penduduk atau sebanyak 768 kasus tuberkulosis pada tahun 2017,” tandasnya. (HMS / Heru)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini